terasbanua.my.id, Banjarmasin – Nama Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mungkin tidak sepopuler kabupaten di Pulau Jawa. Bahkan bila dibanding dengan Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, nama kabupaten yang sering disingkat menjadi HSS ini juga kalah pamor.
Bukan satu hal aneh sebenarnya. Sebab, lokasi kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan ini memang agak jauh dari ibukota Kalsel yang berada di Banjarbaru. Perjalanan dari Ibu Kota Kalsel ke HSS memerlukan waktu sekitar 3-4 jam, cukup jauh.
Sebagai daerah yang cukup jauh dari ibu kota pemerintah, bukan hal yang aneh juga bila infrastruktur dan layanan publik tidak sebaik di pusat kota. Salah satu sektor yang tertinggal di Kabupaten HSS adalah di sektor pendidikan.
Melihat kondisi tersebut, gerakan Indonesia Mengajar mengirimkan para Pengajar Muda ke Kabupaten HSS. Ada empat kecamatan yang jadi wilayah kerja Pengajar Muda yaitu Daha Barat, Daha Selatan, Loksado, dan Telaga Langsat.
Para Pengajar Muda yang bertugas di daerah Kabupaten HSS bekerja selama satu tahun untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Fokusnya adalah memajukan pendidikan di daerah terpencil. Pengajar Muda mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam memajukan pendidikan.
Setelah berkolaborasi selama satu tahun, diharapkan berbagai lapisan masyarakat di daerah terrsebut bisa menciptakan lingkungan pendidikan yang baik dan ramah untuk anak-anak. Hadirnya para Pengajar Muda ini juga menjadi salah satu cara untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga pengajar di daerah terpencil.

Sejumlah Relawan Turun Tangan Kalimantan Selatan/Banjarmasin, berfoto bersama dengan Anies Baswedan saat lawatannya ke Kalimantan Selatan, Kamis (16/2/2023).
Kalimantan Selatan bukan jadi satu-satunya area kerja Indonesia Mengajar di Pulau Kalimantan. Daerah Kalimantan lainnya juga menjadi area program Indonesia Mengajar. Ada Kabupaten Paser (Kalimantan Timur), Kabupaten Seruyan (Kalimantan Tengah), Kabupaten Nunukan (Kalimantan Utara), serta Kabupaten Kayong Utara dan Kapuas Hulu (Kalimantan Barat).
Indonesia Mengajar adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Anies Baswedan dengan tujuan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu ciri dari gerakan ini adalah pelibatan masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Jadi, saat para Pengajar Muda harus pamit dan kembali ke daerah masing-masing, masyarakat sudah memiliki satu sistem mandiri untuk mengawal peningkatan kualitas pendidikan. Kolaborasi dan gotong royong jadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia Mengajar.
Di Pulau Kalimantan sendiri, sudah ratusan Pengajar Muda yang terjun ke daerah-daerah terpencil untuk memajukan pendidikan dan membuat perubahan positif di masyarakat.
Itulah jejak nyata Anies Baswedan dalam memajukan kualitas kehidupan di tengah masyarakat Kalimantan dan Indonesia pada umumnya.
Kedatangan Anies Baswedan ke Propinsi Kalimantan Selatan, Kamis (16/2/2023) kemarin, setidaknya menjadi kekuatan dan spirit bagi Pengajar Banua di banua untuk terus bergerak melalui komitmen dan cita-cita mulia, dalam memajukan kualitas kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di bidang dunia pendidikan.
Penulis : Muhammad Syahreza / Fasilitator Relawan Turun Tangan Regional Kalimantan 2018-2020






