terasbanua.my.id, Banjarmasin – Serba sulit, mungkin kata itu bisa menggambarkan kondisi SDN Basirih 4 Banjarmasin sekarang ini.
Pasalnya, para siswa kesulitan untuk membuang air kecil atau besar karena tidak adanya fasilitas WC di sekolah tersebut.
Selain itu, lapangan di sekolah itu juga nampak tidak bisa dimanfaatkan dengan semestinya karena kondisinya yang cukup memprihatikan.
Terlihat seluruh lapangan ditumbuhi rumput liar meninggi dan becek jika diguyur hujan. Belum lagi banjir rob yang melanda karena letaknya bertepatan di bantaran sungai.
Kondisi itulah yang membuat guru maupun siswa tak bisa lagi menikmati momen khidmad upacara bendera setiap hari Senin.
Tidak hanya itu, mata pelajaran olahraga juga tak bisa dilaksanakan di lapangan dan hanya memanfaatkan ruang kelas atau di halaman mushola yang tak jauh di lokasi sekolah.
Tentunya kondisi SDN Basirih 4 Banjarmasin sangat jomplang dibandingkan sekolah lainnya. Apalagi kota besar seperti Kota Banjarmasin, hal itu justru sangat disayangkan.
“Biasanya karena kondisi alam, lapangan sekolah tidak bisa dipakai untuk upacara maupun berolahraga. Jadi kita gunakan fasilitas yang di sekitar saja,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Basirih 4 Banjarmasin, Mathlaul Anwar, Jumat (10/2/2023).
Sedangkan fasilitas untuk WC diakuinya dulu ada. Namun karena termakan waktu WC itu mengalami rusak dan tidak dilakukan perbaikan. Sehingga terpaksa WC itu dirubuhkan karena dikhawatirkan akan membahayakan para siswa.
Kendati demikian, menurutnya ada WC alternatif sebagai pengganti yang berada Rumah Dinas tepat seberang sekolah.
“Tapi karena agak jauh jadi siswa lebih memilih menumpang WC di rumah warga,” ujarnya.
Mempertimbangkan kondisi tersebut, pihaknya pun mengusulkan pembangunan WC sebagai prioritas dibandingkan lapangan sekolah yang mana dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin berjanji menindaklanjuti segera di tahun ini.
Walaupun sebelumnya, usulan hanya terpaku pada pagar sekolah yang juga alami kerusakan.
“Karena sifatnya urgent, jadi kita usulkan WC. Baru lapangan karena tidak bisa diproses cepat mengingat kondisi dan letaknya jadi tidak bisa diuruk tanah. Mungkin dibikin panggung begitu,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi dengan Kepala Disdik Kota Banjarmasin Nuryadi usai meninjau SDN Basirih 4 Banjarmasin mengatakan peran kerja sama warga sekolah sangat penting dalam menjaga fasilitas di lingkungan sekolah.
“Di samping usulan perbaikan atau pembangunan, tetap sekolah bertanggung jawab menjaga fasilitas sekolah. Misalnya lapangan sekolah, masa dilihat begitu saja ditumbuhi rumput,” paparnya.
“Kemudian bendera di tiang itu, masa dinas yang harus ganti. Makanya sekolah juga harus memperhatikan itu, dijaga dan dirawat agar suasana sekolah nyaman,” sambungnya.
Dulunya lanjut Nuryadi, kondisi SDN Basirih 4 Banjarmasin sangat elok karena sempat dilakukan beberapa pembangunan sebagai penunjang fasilitas sekolah.
Maka dari itu, dirinya sangat menyayangkan kondisi sekarang SDN Basirih 4 Banjarmasin yang sangat memprihatikan dan serba kekurangan.
“Seperti persoalan WC itu, kan ada WC guru ya siswa bisa manfaatkan itu dulu untuk sementara sebelum usulan direalisasi. Jangan dilarang siswa menumpang WC guru,” katanya.
Mengenai usulan itu lanjutnya, pihaknya akan merealisasikan dengan mengunakan anggaran perubahan di tahun ini.
“Kalau hanya WC Insya Allah bisa secepatnya,” ujarnya.
Sementara untuk lapangan sekolah, menurutnya bisa digunakan saat kering dan bukan di musim penghujan. Namun memang harus rutin dibersihkan dari rumput liar.
“Ya jangan terkesan dibiarkan begitu saja sampai setinggi itu rumputnya. Ya dilaksanakan lah Jumat bersih-bersih oleh warga sekolah,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






