terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pengembangan program pengolahan biogas dari bahan sampah organik dengan memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Basirih, nampaknya tak berjalan maksimal.
Pasalnya, pemanfaatan biogas itu masih belum bisa disumbangkan kepada warga Kota Banjarmasin secara luas hingga saat ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menjelaskan penyebab program itu tidak berjalan maksimal dikarenakan tidak ada perusahaan pengembangan biogas di Kota Banjarmasin.
Padahal menurut Alive, pihaknya sudah memiliki rencana untuk pemanfaatan biogas ke masyarakat luas sudah bisa dilakukan di tahun 2023 ini.
Dimana sebelumnya, pembangunan infrastuktur perpipaan untuk mengalirkan biogas itu sudah dilakukan dan di sambungan ke rumah-rumah penduduk di sekitar TPA Basirih.
“Tapi kita terkendala itu. Walaupun sebenarnya biogas tetap berlanjut pengembangannya,” ucap Alive, Minggu (5/2/2023).
Selain itu, Alive menyebutkan untuk pekerja yang pengembangan biogas itu ada saja di Kota Banjarmasin.
Meskipun begitu, ia tetap berhadap ada dorongan dari berbagai pihak guna melakukan pengembangan biogas agar bisa berjalan sesuai harapan.
“Insya Allah di awal-awal ini kami akan mencoba lagi dan meminta dorongan agar ada yang mau membantu untuk pengembangan biogas itu,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, program pengelolaan biogas dari ribuan ton sampah itu sudah dicanangkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sejak tahun 2015 lalu.
Dengan harapan tumpukan sampah yang menggunung di Jalan Lingkar Selatan atau Jalan Gubernur Soebardjo itu bisa menghasilkan energi alternatif bagi warga Kota Banjarmasin untuk pengapian kompor memasak.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






