Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 3 Feb 2023 21:17 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pemko Fokuskan Pengentasan Angka Kemiskinan Ekstrem di Banjarmasin


 Kepala (Bappeda Litbang) Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi ( foto: hamdiah) Perbesar

Kepala (Bappeda Litbang) Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi ( foto: hamdiah)

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pengentasan warga miskin ekstrem jadi program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saat ini.

Apalagi Pemko Banjarmasin memiliki target pengentasan terhadap warga miskin ekstrem sampai nol persen pada tahun 2024 sesuai dengan target pemerintah pusat.

“Makanya persoalan itu di bahas pada Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) karena jadi salah satu prioritas kita,” Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi baru-baru ini.

Syauqi mengungkapkan berdasarkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Banjarmasin tahun 2022 lalu, ada sekitar 39 ribu jiwa warga atau 8.333 Kepala Keluarga (KK)

Salah satu kriteria warga yang dikategorikan miskin ekstrem itu adalah mereka yang penghasilannya sebesar Rp 12.000,- per hari.

Menurut Syauqi untuk mengatasi persoalan itu, tentu Pemko Banjarmasin harus mengambil langkah ekstrem.

“Kita harus juga bertindak ekstrem sehingga warga Banjarmasin dengan status tersebut bisa terbantu. Paling tidak bisa lebih baik dan keluar dari status miskin ekstrem,” jelasnya.

Beberapa langkah disiapkan Pemko Banjarmasin di antaranya, mengadakan sosialisasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melibatkan masyarakat.

Dalam penyuluhan sosialisasi itu, tentunya harus melibatkan mereka yang berstatus miskin ekstrem minimal 30 persen dari peserta yang diundang.

“Karena untuk kategori masyarakat miskin ekstrem ini termasuk masyarakat dengan usia tidak lagi produktif atau lansia, atau juga yang difabel yang tidak bisa melakukan apa-apa, sampai yang sakit-sakitan,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya coba menggandeng masyarakat yang berpotensi bisa membantu kesejahteraan sosial (mapan) seperti wirausaha hingga pengusaha.

Kemudian dari Apartur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kota Banjarmasin, khususnya yang muslim diminta untuk mengaktifkan zakat profesi ke Baznas Banjarmasin yang nanti akan mereka salurkan ke penerima.

Jika upaya yang dilakukan bisa berjalan. Maka sangat memungkinkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Banjarmasin bisa semakin turun.

Sementara itu, ia menyebutkan di tahun 2024 mendatang. Pihaknya akan fokus terhadap penganggaran kegiatan seperti perbaikan rumah-rumah warga miskin ekstrem.

Selain itu, kegiatan pelatihan-pelatihan seperti padat karya agar mereka memiliki skill yang nantinya bisa jadi sumber penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Tentunya Pemko Banjarmasin siap membantu mereka melalui berbagai upaya itu agar bisa lepas dari status kemiskinan ekstrem.

“Terkecuali mereka yang sudah tidak berdaya lagi. Baru itu jadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan mereka melalui bantuan sosial,” katanya.

Di samping itu, tak dipungkirinya ada beberapa hal yang membuat upaya Pemko Banjarmasin dalam pengentasan kemiskinan terkendala. Salah satunya di catatan kependudukan mereka.

“Ada yang tinggal di kota Banjarmasin, warga Banjarmasin, namun karena ketidakberdayaan mereka, sehingga untuk administrasi seperti itu, terabaikan, sehingga pada saat penyaluran bantuan, petugas mengalami kesulitan,” paparnya.

Maka dari itu, besar harapannya dari dinas terkait bisa membantu mengurus permasalahan administrasi itu agar upaya yang dilakukan bisa berjalan sesuai sasaran.

“Dengan begitu, diharapkan angka kemiskinan ekstrem di Banjarmasin bisa tuntas. Paling tidak naik statusnya bukan miskin ekstrem lagi,” pungkasnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin