terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ada sekitar 127 rumah di Kota Banjarmasin yang diusulkan untuk program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) di tahun 2023.
Kendati demikian, dari usulan itu Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin hanya bisa merealisasikan pada 46 rumah saja melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2023.
“Jadi ada sekitar 81 rumah yang tidak bisa kita laksanakan di anggaran murni,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Linjamso dan PK Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Kemiskinan Dinsos Kota Banjarmasin, Amrullah kepada awak media, Kamis (26/1/2023) kemarin.
Rencananya lanjut Amrullah, 81 rumah yang tersisa itu akan kembali diusulkan melalui APBD perubahan 2023.
Jika menilik data di tahun 2022 lalu, program rutilahu berhasil terealisasi pada 114 buah rumah yang terdiri dari 84 rumah menggunakan APBD murni dan 30 rumah menggunakan APBD perubahan.
Sementara itu, anggaran biaya untuk program rutilahu itu mengalami kenaikan di tahun ini mencapai Rp. 1 juta yang mana setiap rumah mendapat jatah Rp. 25 juta.
“Kalau tahun dulu Rp. 24 juta sekarang naik jadi Rp. 25 juta satu rumahnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh penerima bantuan program rutilahu tersebut. Pastinya harus terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), rumah tidak berada di jalur hijau, memiliki sertifikat rumah dan harus melengkapi surat pengantar dari kelurahan setempat untuk mengetahui.
Menurutnya, biaya Rp. 25 juta itu hanya cukup untuk renovasi rumah pada bagian yang mengalami kerusakan saja. Tak jarang, pemilik rumah menambah sendiri biaya perbaikan jika ingin diperbaiki secara menyeluruh.
“Tapi yang jelas ada WC nya karena kita mendukung program sanitasi yang bersih dan mengurangi jamban apung,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






