terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin terus fokus dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak di Kota Banjarmasin.
Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Helfian Noor megungkan ada 14 lokus di Kota Banjarmasin yang angka stunting masih cukup tinggi dan jadi prioritas dalam pencegahan dan penanganannya.
“14 lokus itu yang tertinggi ada dua kelurahan yakni Teluk Dalam dan Mantuil dari hasil audit kasus stunting yang kita lakukan dua bulan terakhir,” ucap Helfian kepada awak media di ruang press room Balai Kota Banjarmasin, Selasa (24/1/2023).
Helfian menyebutkan di masing-masing lokus itu, ada empat sasaran dalam penanganannya yaitu ibu hamil, calon pengantin, baduta, dan balita.
Dimana dalam stunting itu, pihaknya juga menggandeng tim ahli dari dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah.
Sementara itu, selama ini penanganan stunting di Kota Banjarmasin sudah berjalan dengan baik. Misalnya dari sisi layanan air bersih itu sudah terpenuhi sama halnya dengan layanan jamban bersih.
“Itu dari hasil validasi data di lapangan dan itu sudah terpenuhi 90 persen,” ujarnya.
Di samping itu, tak dipungkirinya dari data 8 keluarga beresiko stunting 7 diantaranya disebabkan oleh perokok pasif.
“Itu juga menyebabkan ibu hamil rentan TBC. Kalau sudah TBC otomatis asupan apapun ya tidak bisa tercerna dengan baik,” jelasnya.
Dari empat sasaran penanganan stunting itu, ditemukan kasus TBC yang mana pihaknya telah melakukan pendampingan dengan memberi makanan per dua hari melalui program Mba FoodZi.
Program Mba FoodZi itu sendiri dari hasil sumbangan suka rela dari berbagai pihak yang ikut berperan dalam menanggulangi stunting itu.
Selain itu, menurutnya pola asuh orang tua yang kurang efektif juga bisa menyebabkan balita atau anak mengalami stunting. Walaupun secara ekonomi bisa dibilang mencukupi.
Tak dipungkirinya, masih banyak orang tua yang masih menyepelekan hal tersebut. Sehingga perlu dilakukan pendekatan melalui pembinaan dan pendampingan guna memperbaiki asupan gizi yang masuk terhadap ibu hamil khususnya.
“Ada kasus ibu hamil badannya kurus sekali dan kondisi janin beda. Tapi sayang kondisi itu dinilai wajar, saat ditanya ibunya, ia bilang dulu hamil seperti itu juga,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga terus mensosialisasikan 4T yakni Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak dan Terlalu Muda karena hal tersebut dapat meningkatkan kematian resiko kematian pada ibu hamil.
Adapun 14 lokus prioritas penanganan stunting di Kota Banjarmasin yaitu Kelurahan Teluk Dalam, Kelurahan Mantuil, Kelurahan Gadang, Kelurahan Pekapuran Laut, Kelurahan Kelayan Barat, Kelurahan Pemurus Dalam.
Kemudian, Kelurahan Murung Raya, Kelurahan Pekauman, Kelurahan Tanjung Pagar, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kelurahan Telaga Biru, Kelurahan Banua Anyar, dan terakhir Kelurahan Sungai Bilu.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






