terasbanua.my.id, Banjarmasin – Secara bergotong royong warga membuat titian apung sebagai alternatif sementara untuk keluarga Zainal yang selama ini terisolir karena tidak ada akses jalan.
Pembuatan titian apung itu sendiri merupakan tindak lanjut dari Kecamatan Banjarmasin Timur, Kelurahan Sungai Lulut dan warga setempat yang sebelumnya telah melakukan rembuk bersama mencari solusi dari persoalan yang dihadapi keluarga Zainal.
Pasalnya, warga dari Gang Taufik, RT 27, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur yang rumahnya terisolir itu terpaksa menggunakan rakit dari bahan kayu dan drum selama dua tahun lebih agar bisa beraktivitas di luar rumah.
Lurah Sungai Lulut, Suryani Syahril mengatakan pembuatan titian apung ini tidak hanya melibat warga setempat saja. Tapi dari warga di tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarmasin Timur.
“Tentunya warga di Kelurahan Sungai Lulut, ada warga dari Kelurahan Kuripan, Kelurahan Pengambangan. Tadi ada Lurahnya juga ikut membantu,” ucap Suryani kepada terasbanua.my.id pada Sabtu (21/1/2023) pagi.
Selain itu lanjut Suryani, proses pengerjaan juga dibantu dari Karang Taruna serta dari Satgas Kebersihan di masing-masing Kelurahan yang mau secara sukarela membantu.
Suryani menyebutkan akses jalan alternatif itu bisa terealisasi berkat bantuan dana dari Bank Kalsel yang sebelumnya diajukan pihaknya bersama Kecamatan Banjarmasin Timur untuk membeli material pembuatan titian apung itu.
Material yang dibeli itu lanjutnya, berupa kayu dan puluhan drum plastik yang dipasang berjejer di sepanjang rawa yang membentang sekitar 40 meter itu yang sebelumnya telah meminta izin pada pemiliknya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut turun membantu. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT,” katanya.
Di samping itu, ia menyampaikan bahwa tanah kavling yang ada di kawasan Gang Taufik sudah dihibahkan oleh pemilik tanah untuk jadikan sebagai Fasilitas Umum (Fasum).
Kemudian dari Kelurahan Sungai Lulut telah mengusulkan pembuatan jalan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin dan rencananya jalan itu akan dibuat secara permanen.
“Itu sudah kita usulkan ke PUPR pembuatan jalan permanen sampai ke ujung itu sekitar 250 meter. Semoga bisa segera direalisasikan di tahun ini,” akhirnya.
Sementara itu, Zainal pemilik rumah terisolir menyampaikan terima kasih atas perhatian dan simpati dari semua pihak. Akhirnya kesulitan yang keluarganya hadapi selama dua tahun telah mendapat solusi.
“Alhamdulillah akhirnya kami memiliki akses jalan yang mudah dilewati tanpa harus pakai raket atau basah-basahan di jalan sebelah saja,” ungkapnya.
Tak dipungkirinya, selama dua tahun lebih menggunakan rakit untuk beraktivitas di luar rumah sangat melelahkan dan perlu tenaga. Belum lagi, anak-anak yang masih kecil juga ikut merasakan hal-hal melelahkan itu karena tidak ada akses jalan.
“Jadi tak perlu khawatir lagi kalau anak-anak keluar,” ujarnya.
Ia juga sangat menyambut baik dan gembira rencana pembuatan jalan permanen yang dulunya dijanjikan oleh Dinas PUPR Kota Banjarmasin yang sebelumnya telah melakukan survei ke lokasi.
“Semoga bisa segera terealisasi saja rencana baik itu,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






