terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tren permainan lato-lato tengah menyerang masyarakat Indonesia baru-baru ini. Baik itu anak-anak hingga orang dewasa.
Nampaknya tren permainan yang pernah booming di tahun 90 an itu cukup menarik perhatian semua pihak, tak terkecuali dari psikolog pendidikan di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Menurut Psikolog Pendidikan di Kalsel, Yulia Hairina, permainan itu memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
Pasalnya, permainan yang memerlukan keseimbangan saat memainkan itu dianggap dapat berpengaruh pada sel motorik anak.
“Permainan itu memaksa anak untuk berfikir bagaimana cara bermain dengan baik,” papar, Rabu (11/1/2023).
Permainan itu juga dapat menstimulasi perkembangan sosial-emosional, ketika dimainkan secara bersama anak-anak lain.
Lebih menarik apabila permainan itu dimainkan bersama anak lain. Maka secara otomatis sisi emosional anak akan terangsang agar bisa memenuhi tantangan tersebut.
“Dari tantangan itu maka anak terus berkonsentrasi memainkannya dan jika kalah maka si anak mampu mengendalikan emosionalnya,” terangnya.
Selain itu, permainan yang menghasilkan suara khas saat dimainkan itu dapat mengalihkan fokus anak-anak di era sekarang yang lebih banyak bermain gadget
Namun di sisi lain, permainan itu memiliki dampak negatif terutama bagi anak yang belum mahir menggunakannya.
Jika tidak terlalu lihai memainkannya bisa mencederai penggunanya ataupun orang yang ada di sekitarnya.
“Permainan itu juga diberikan sesuai kebutuhan tahap perkembangan usia anak,” tuturnya.
Maka dari itu, ia pun menghimbau kepada orang tua agar terus melakukan pengawasan terhadap permainan tradisional itu dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Permainan ini memang perlu pengawasan dari orang tua kepada anak,” tutupnya.
Hamdiah
Foto : Ilustrasi permainan lato-lato






