terasbanua.my.id, Banjarmasin – Baru saja memasuki tahun 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin sudah mengkonfirmasi ada enam kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Banjarmasin.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengungkapkan dari enam kasus itu satu diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit DBD yang diderita.
“Ada satu anak meninggal umurnya 10 tahun,” ungkap Ramadhan, Rabu (11/1/2023).
Jika menilik kasus DBD tahun 2022 lalu, memang mengalami peningkatan cukup drastis pada tahun-tahun sebelumnya yang tercatat ada 60 kasus dengan 2 korban meninggal dunia.
Kasus DBD itu sendiri lanjut Ramadhan, tersebar merata di seluruh Kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin.
Penyebab dari penyebaran DBD itu dikarenakan lingkungan yang tidak bersih dan sehat yang membuat nyamuk cepat berkembang biak di tempat-tempat seperti di ban bekas, kaleng bekas, dan tempat lain yang bisa tanpa sengaja menampung air hujan.
Guna menghentikan penyebaran virus dengue dari nyamuk Aedes Aegypti ini, Ramadhan pun mengimbau agar masyarakat bisa melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus dengan melibatkan lintas sektor.
“Selain itu, kita juga akan melakukan penyuluhan tentang DBD, Pemberian Serbuk Abate, dan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa,” imbuhnya.
Apabila terdapat warga yang memiliki gejala DBD, ia meminta agar sesegeranya di bawa ke Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat.
“Jika ada warga yang positif DBD akan dilakukan PSN dan Penyelidikan Epidemiologi serta jika memang urgent akan dilakukan fogging,” katanya.
Tindakan fogging akan dilakukan jika memang di kawasan itu telah ada ditemui kasus DBD. Namun sebelumnya, warga setempat harus meminta langsung tindakan fogging di puskesmas di kawasannya.
“Layanan fogging itu gratis jadi silahkan laporkan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD






