terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tren permainan lato-lato kian meledak di seluruh penjuru Indonesia, tak terkecuali di Kota Banjarmasin.
Setiap harinya, selalu ada saja anak-anak yang bermain permainan yang pernah booming di era tahun 90an itu.
Tak jarang membuat keresahan sebagian masyarakat yang merasa terganggu dengan suara khas yang muncul setelah lato-lato dimainkan.
Selain itu, baru-baru ini banyak kabar beredar bahwa permainan lato-lato itu cukup membahayakan penggunanya saat memainkannya.
Tidak hanya menimbulkan memar pada bagian lengan saja, permainan itu juga cukup berpotensi mengenai area tubuh lainnya hingga menyebabkan cedera fisik.
Menindaklanjuti adanya potensi bahaya tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin pun bergerak cepat untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) pada seluruh satuan pendidikan mengenai larangan membawa permainan lato-lato ke lingkungan sekolah pada siswa.
“Kita berikan SE itu kepada seluruh PAUD, SD maupun SMP dan telah berlaku sejak tanggal 10 lalu sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di lingkungan sekolah akibat viral nya permainan lato-lato,” ucap Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi, Rabu (11/1/2023).
Dalam hal itu, Nuryadi meminta kepada seluruh guru agar melakukan pengawasan secara ketat dan tak segan lakukan razia lato-lato kepada siswa serta wajib memberikan teguran apabila masih kedapatan membawa lato-lato.
“Tentunya guru harus memberikan pembinaan kepada siswa secara langsung dan berikan penjelasan terkait dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari permainan lato-lato itu,” kata Nuryadi.
Dalam SE itu juga lanjutnya, ada himbauan kepada orang tua melalui sekolah untuk selalu mengawasi dan memastikan keamanan anak-anaknya saat bermain lato-lato agar tidak membahayakan dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.
Meskipun tak ada sanksi tegas dari larangan tersebut. Tetap saja SE itu ditegakkan dengan tegas di lingkungan sekolah. Mengingat fungsi sekolah adalah sebagai tempat belajar dan menimba ilmu oleh siswa.
“Selain berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain, suara lato-lato itu juga akan menganggu aktivitas sekolah jika dibawa karena anak-anak akan memainkannya,” paparnya.
Di sisi lain, Nuryadi mengungkapkan dari banyaknya informasi yang beredar, banyak informasi dampak negatif yang ditimbulkan dari permainan lato-lato itu.
Meskipun tak dipungkiri ada dampak positif dari permainan lato-lato itu yang bisa mengalihkan fokus anak terhadap gadget diera digital seperti sekarang ini.
“Tapi syukurnya di Kota Banjarmasin kami tidak menerima laporan ada anak yang bincul (memar) ataupun dampak negatif lainnya dari permainan lato-lato itu. Hanya saja banyak di berita luar, ya tapi kita lakukan ini sebagai kewaspadaan sedini mungkin,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Ilustrasi permainan lato-lato






