terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kian meningkat di Kota Banjarmasin saat ini.
Seiring meningkatnya kasus DBD tersebut, warga mulai resah hingga meminta layanan fogging atau pengasapan di wilayah tempat tinggalnya untuk memberantas adanya kemungkinan sarang nyamuk Aedes aegypti.
Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengatakan permintaan tindakan fogging tidak bisa dilakukan langsung.
Pasalnya, menurut Ramadhan, fogging merupakan tindakan terakhir untuk dilakukan dalam menanggulangi kasus DBD.
“Pertama-tama kita lakukan Bahan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dulu” ucap Ramadhan saat dihubungi melalui telepon baru-baru ini.
Selain itu, Ramadhan menuturkan walaupun wilayah bersangkutan memang ada kasus DBD ditemukan. Tetap saja perlu dilakukan identifikasi dan penelusuran terlebih dulu.
“Kita survei dulu melihat situasi sekeliling guna mencari sumber sarang nyamuknya ada dimana. Bisa jadi sarang nyamuknya tidak di wilayah itu. Justru di daerah tetangga,” tuturnya.
Untuk tindakan fogging sendiri lanjutnya, tidak ada penjadwalkan khusus. Mengingat sifatnya situasional saja.
Sementara itu, untuk kasus DBD yang tercatat di bulan Desember ada 4 kasus. Yakni di Kelurahan Pekauman, Kuin Cerucuk, Pangambangan dan Pemurus Luar.
Sementara, total kasus DBD sejak Januari hingga Desember mencapai 60 kasus, dengan 2 kasus kematian.
Angka tersebut melonjak tajam, jika dibandingkan dengan kasus DBD tahun sebelumnya, yang hanya terdapat 11 kasus.
“Intinya fogging itu tindakan terakhir. Karena dampaknya terhadap manusia juga tidak baik untuk jangka panjang,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Ilustrasi fogging






