terasbanua.my.id, Banjarmasin – Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan juga turut menerpa Kota Banjarmasin.
Di tahun 2022 ini saja, tercatat ada 530 kasus PHK yang terjadi diberbagai perusahaan yang ada di Kota Banjarmasin.
Diakui Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumper) Kota Banjarmsin, Isa Ansari, kasus PHK mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Selama dua tahun ini tercatat ada 830 kasus PHK. 2021 terdata ada 420 orang, tahun selanjutnya 2022 mengalami kenaikan PHK 530 orang,” kata Isa saat dihubungi baru-baru ini.
Peningkatan kasus PHK di tahun ini lanjutnya, terjadi signifikan saat memasuki bulan November 2022 ini.
Ia menyebutkan kebanyakan perusahaan yang melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya adalah perusahaan karet, kemudian perhotelan dan jasa lainnya.
Saat disinggung mengenai apa penyebabnya? Dirinya pun belum bisa memastikan. Namun ada kemungkinan karena ada kaitannya dengan pendapatan perusahaan.
“Menurut data yang kami ambil, perusahaan karet yang paling banyak melakukan PHK kepada karyawannya. Sisanya terbagi diberbagai perusahaan,” tuturnya.
Banyaknya kasus PHK terhadap karyawan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah siap melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi kemiskinan yang sangat mungkin mengalami kenaikan seiring banyaknya yang di PHK.
Upaya yang dilakukan misalnya mengelar pelatihan-pelatihan Usaha Kecil dan Menengah (UMK) dengan menyasar kepada warga yang menganggur dan yang terdampak PHK.
“Kita telah melakukan upaya menggelar beberapa pelatihan UKM. Semua kita tujukan kepada warga yang belum memiliki pekerja dan PHK,” bebernya.
Selain itu, Pemko Banjarmasin juga menggelar job fair yang bekerjasama dengan Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mana tersedia seribu lebih lowongan pekerjaan yang tersedia dalam job fair.
Tentunya digelar job fair ini untuk menanggulangi angka pengangguran di Kota Banjarmasin yang memang persentasenya paling tinggi di Kalsel.
Maka dari itu, pihaknya berkomitmen untuk membuka job fair ini sebagai bagian dari langkah pihaknya dalam membuka bursa tenaga kerja kepada masyarakat.
“Tercatat di Kota Banjarmasin angka pengangguran mencapai 15 persen dari angkatan kerja,” ungkapnya.
Tak dipungkirinya, untuk jumlah tenaga kerja terus mengalami peningkatan di tahun 2022 ini. Oleh karena itu, pihaknya berusaha menurunkan angka peningkatan tersebut.
Selain job fair, pihaknya juga masih melaksanakan berbagai pelatihan yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja. Mulai dari menjahit dengan mesin, membuat kue, pekerjaan melas dan pelatihan lainnya yang masih direncanakan.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






