terasbanua.my.id, Banjarmasin – Gagal panen yang terjadi di tahun ini membuat harga beras lokal melambung tinggi di pasaran serta berdampak pada inflasi.
Maka dari itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina ingin pertanian beras lokal untuk kebutuhan di tahun depan bisa dipersiapkan dengan baik agar ketersediaan aman dan harga terkendali khususnya di Kota Banjarmasin.
“Ayo para petani dinas rembukan kapan jadwal tanamnya, pupuk, bibit dan jenis padi disepakati agar sesuai dengan kebutuhan kita paling tidak untuk warga Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu usai meresmikan Kantor Balai Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Banjarmasin Timur yang berada tak jauh dari Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Senin (12/12/2022).
Tak dipungkiri Ibnu ketersediaan beras lokal saat ini masih terbilang aman dan tercukupi untuk warga Kota Banjarmasin. Walaupun harganya melambung tinggi dan permintaan beras lokal cukup tinggi.
“Mengantisipasi harga yang terus merangkak. Kita gelar operasi pasar untuk memenuhi kebutuhan beras lokal bagi warga di tambah subsidi agar daya beli tidak kurang,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, M Makhmud menjelaskan gagalnya panen beras lokal di tahun ini disebabkan karena lahan pertanian yang diserang hama tungro.
“Ini tidak terjadi di Kota Banjarmasin saja tapi di daerah lain juga,” ujarnya.
Untuk antisipasi gagal panen lagi, pihaknya sudah memberi tahu kepada para petani dalam penanggulangannya melalui pelatihan dan pembinaan yang telah dilaksanakan.
Contohnya, mematikan hama tungro dengan mengunakan pestisida alami yang ramah lingkungan yakni FGFR3 agar tidak berpengaruh secara kimia pada panen beras yang dihasilkan.
“FGFR sudah pernah kita terapkan dan di coba di daerah Banjarmasin Timur dan Selatan yang mana bisa mengatasi persoalan hama tungro dan menghasilkan produksi cukup tinggi. Cuman memang di tahun serangan hama tungro cukup banyak hingga sebabkan gagal panen,” pungkasnya
Hamdiah
Foto. Hamdiah






