terasbanua.my.id, Banjarmasin – Baru-baru ini di Kota Banjarmasin dihebohkan dengan penyakit Scabies yang menyerang anak-anak di beberapa sekolah di Kota Banjarmasin.
Ada terdengar kabar penularan penyakit scabies atau yang dikenal dengan penyakit kudis itu bisa dimulai dari binatang peliharaan atau liar seperti kucing.
Menanggapi adanya kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengatakan penularan penyakit gatal pada kulit itu sangat mungkin dari hewan.
“Tapi bukan karena hewannya ya. Melainkan bakteri atau tungau yang mungkin hidup di tubuh hewan peliharaan seperti kucing itu yang bisa menularkan,” ucap Ramadhan saat dikonfirmasi terasbanua.my.id melalui sambungan telpon, Kamis (8/12/2022) kemarin.
Apalagi lanjut Ramadhan, kondisi hewan yang kurang higenis seperti kucing liar yang berada di jalan karena memang kebersihan dan kesehatan dari hewan tersebut tidak terjaga. Sehingga sangat berpotensi adanya penularan penyakit gatal tersebut.
“Walaupun secara medis tungau di kucing bukan sebagai pencetus scabies, tetapi jadi salah satu yang mungkin jadi penyebab,” tandasnya.
Kendati demikian, menurutnya tetap saja penyebab besar penyakit scabies terjadi karena kurangnya penerapan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) di lingkungan.
Maka dari itu, tak henti-hentinya menghimbau masyarakat Kota Banjarmasin agar menerapkan perilaku PBHS dan selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya.
Di samping itu, menghidupkan kembali kebiasaan atau budaya menjemur kasur, bantal dan guling pada sinar matahari langsung juga perlu dilakukan karena dapat membunuh kuman yang hinggap di peralatan tidur tersebut.
“Karena terkena penyakit scabies itu bisa dari tungau di kasur. Jadi jemur kasurnya, biar bersih dan enak tidurnya,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






