terasbanua.my.id, Banjarmasin – Penyakit scabies atau biasa disebut penyakit kudis yang menyerang beberapa siswa di SDN Kelayan Selatan 1 Banjarmasin, ternyata sudah cukup lama.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Plh Kepala Sekolah SDN Kelayan Selatan 1 Banjarmasin, Asiati saat ditemui terasbanua.my.id ke sekolah, Sabtu (3/12/2022) pagi.
“Ada siswa yang berbulan-bulan menderita penyakit scabies itu,” ucap Astiati.
Sebelumnya, diakuinya saat ada pelaksanaan vaksinasi di sekolah, pihaknya sempat melaporkan kepada para petugas kesehatan dari Puskesmas Pekauman untuk diperiksa.
Usai pemeriksaan itu, para siswa yang menderita penyakit gatal pada kulit dianjurkan agar melakukan pengobatan langsung ke Puskesmas.
“Itu sudah dilakukan tapi masih belum sembuh. Bahkan ada siswa yang melakukan pengobatan ke dokter praktek langsung,” bebernya.
Selain itu, mengingat ini penyakit menular. Pihaknya sempat berinisiatif meliburkan para siswa yang menderita scabies untuk belajar di rumah saja sementara waktu.
Namun karena saat ini sudah memasuki ulangan sekolah, para siswa yang tadinya libur kembali diminta berhadir ke sekolah untuk mengikuti ulangan.
“Karena mereka hanya mengerjakan soal ulangan saja setelah itu pulang. Sebentar lagi masa ulangan juga berakhir yang mana mereka akan libur sekolah juga,” ujarnya.
Di samping itu, ia juga telah meminta siswa bersangkutan agar mengurangi kontak fisik langsung dengan teman-teman sekelasnya. Guna menghindari adanya penularan.
Jumlah siswa yang menderita penyakit scabies di sekolah itu, ada empat orang dan berbeda-beda kelas.
“Kelas 4 satu orang, Kelas 5 satu orang, dan kelas 6 dua orang,” terangnya.
Kendati demikian, tiga siswa diantaranya merupakan saudara sepupu yang memungkinkan mereka saling menjangkitkan karena sering bertemu.
“Jadi mereka terjangkit dari kontak fisik dari keluarganya sendiri. Cuman satu siswa cowok tadi saja yang tidak berkeluarga,” akhirnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Puskesmas Kelayan Dalam, Soraya mengungkapkan baru saja menerima informasi temuan penyakit scabies pada siswa itu dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.
“Karena baru dapat informasi, jadi belum ada pemeriksaan di sekolahnya,” ungkap Soraya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Sabtu (3/12/2022).
Setelah mendapat laporan itu, pihaknya berencana akan kesana bersama dokter ahli dari Puskesmas Kelayan Dalam untuk melacak yang dimulai dari penyebaran di lingkungan sekolah.
“Kami juga ingin memastikan berapa anak yang menderita dan sebelumnya anaknya sudah berobat dimana. Setelah itu baru kita tindaklanjuti sesuai arahan Dinkes,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






