Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 3 Des 2022 13:02 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Penyakit Scabies pada Anak Sekolah Kembali Ditemukan di Banjarmasin


 Penyakit Scabies pada Anak Sekolah Kembali Ditemukan di Banjarmasin Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Jika sebelumnya, ditemukan pada puluhan siswa di SDN Alalak Utara 3 Banjarmasin yang terserang penyakit scabies atau dikenal penyakit kudis. Kini penyakit serupa kembali ditemukan pada sejumlah anak yang bersekolah di SDN Kelayan Selatan 1 Banjarmasin yang berada di Jalan Tembus Mantuil, Gang Sartika.

Saat ditinjau ke sekolah langsung oleh terasbanua.my.id pada Sabtu (3/12/2022). Benar saja ada beberapa siswa yang menderita penyakit gatal-gatal pada kulit tersebut dan kondisinya cukup parah karena terlihat masih basah dan ada yang berdarah.

Arika salah satu siswa penderita scabies mengaku sudah tiga bulan terakhir dirinya menderita penyakit gatal itu yang hanya menyerang pada kedua belah telapak tangannya.

“Dulu sempat sembuh mengering tapi tertular lagi jadi gatal lagi,” ungkap Arika saat berbincang-bincang dengan terasbanua.my.id di kelasnya.

Diakui siswa kelas 4 itu, penyakit ini tidak hanya menyerang dirinya saja. Tapi juga menyerang saudaranya di rumah yang memang terjangkit darinya.

“Di rumah hanya saya dan kakak saya yang terkena,” ujarnya.

Namun sebelumnya, dirinya tertular lagi dari sepupunya yang seumuran dan memang bersekolah di tempat sama. Hingga sering melakukan kontak fisik secara langsung.

Kendati demikian, ia sudah melakukan pengobatan untuk meredakan penyakit kulit yang diderita, baik itu obat minum ataupun obat salep.

“Sudah dibawa ke Puskesmas tapi tidak sembuh-sembuh dan sekarang sudah mencoba melakukan perobatan di dokter,” ungkapnya.

Sedangkan Amira siswa kelas 6 itu mengaku kalau dari menduga orang tuannya terserang penyakit gatal itu karena alergi makanan yang telah ia konsumsi.

“Baru seminggu ini, kata mama bisa alergi makan,” tuturnya.

Mengingat dirinya baru seminggu menderita penyakit itu. Sehingga hanya dilakukan pengobatan mengunakan obat di apotek saja.

“Di kasih salep sama cairan pembersih saja. Untuk sementara saya dilarang makan-makan yang menyebabkan gatal seperti telur juga,” terangnya.

Namun tak dipungkirinya, ia sering berkontak fisik dengan sepupunya di sekolah maupun di rumah yang menderita penyakit scabies sehingga tak menutup kemungkinan dirinya tertular dari sepupunya itu walau beda kelas.

“Iya kami sepupuan,” akhirnya

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 80 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Bersama PKK, GOW dan DWP Peringati Hari Kartini 2026

22 April 2026 - 19:10 WITA

TMMD ke-128 di Banjarmasin Resmi Dimulai, Fokus Percepatan Pembangunan dan Penguatan Sosial

22 April 2026 - 19:02 WITA

Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Terus Dipercantik, Wahana Rekreasi Air Digarap

20 April 2026 - 18:55 WITA

Lantik Dewan Pengawas Perumda Pasar, Ini Pesan Wali Kota Banjarmasin

20 April 2026 - 18:50 WITA

Pimpin Rakor Kepegawaian, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Sanksi Tegas Bila Ada Pelanggaran

17 April 2026 - 18:42 WITA

Rotasi ASN di Lingkup Pemko Banjarmasin, Wali Kota : Tinggalkan Pola Lama, Birokrasi Harus Melayani

16 April 2026 - 18:35 WITA

Trending di Banjarmasin