Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 15 Nov 2022 20:26 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Konsep Penataan Ramah Lingkungan di Kampung Ketupat, Tunjukkan Kepedulian Terhadap Perubahan Iklim


 Konsep Penataan Ramah Lingkungan di Kampung Ketupat, Tunjukkan Kepedulian Terhadap Perubahan Iklim Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ada alasan yang membuat material bambu dipilih menjadi bahan yang paling banyak digunakan dalam pembenahan kawasan Kampung Ketupat yang berlokasi di Jalan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

 

Arsitek PT Juru Supervisi Indonesia, Nugroho menjelaskan konsep dasar penataan Kampung Ketupat sendiri untuk menyemangati lingkungan dalam rangka mengatasi perubahan iklim saat ini.

 

“Karena memang saat ini isu perubahan iklim luar biasa. Bahkan ini sudah jadi isu dunia dan ini jadi perhatian serius kita,” ucap Nugroho saat di konfirmasi terasbanua.my.id melalui sambungan telpon, Selasa (15/11/2022) sore.

 

Menurutnya, karena fungsi Kampung Ketupat ini menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Maka tak heran, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama pihak ketiga darinya sepakat untuk mengambil konsep bangunan ramah lingkungan dengan nuasana yang lebih alami menggunakan material bambu yang berkualitas.

 

Di samping itu, ia mengaku material bambu ini memang sengaja lebih ditonjolkan pada penataan ikon wisata baru di Kota Banjarmasin baru untuk menunjukan sebuah kesederhanaan di era zaman sekarang ini. Namun masih terselip kesan modern dan elegan tentunya.

 

“Artinya di dalam karya ini saya sebagai arsitek ingin menunjukan bahwa untuk menyelamatkan perubahan iklim itu bisa dengan kesederhanaan yang memang diperlukan,” terangnya.

 

Di sisi lain, untuk perawatannya sendiri menurutnya tidak sulit, malahan sangat simple sekali. Agar material tetap awet, material bambu cukup di siram dengan cairan boraks sebagai pengawet bambu secara berkala. Selain itu, setiap tahun dikasih poting untuk perawatannya.

 

“Insya Allah awet saja,” ujarnya.

 

Sementara itu, ia mengaku untuk progres penataan di kawasan bantaran sungai yang telah menelan biaya Rp. 6 Miliyar itu sudah di tahap 90 persen yang mana saat ini tinggal finishing pada beberapa fasilitas yang tersedia di kawasan itu.

 

“Rencananya di bulan Desember nanti sudah rampung,” pungkasnya.

 

Diketahui sebelumnya, dalam penataan Kampung Ketupat itu rencananya ada pembangunan beberapa fasilitas umum untuk dimanfaatkan masyarakat nantinya.

 

Diantaranya, ada wahana bermain anak-anak, panggung pertunjukan terbuka, serta ada tempat untuk memperdayakan para Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) khususnya pejual ketupat. Mengingat kawasan itu sudah sangat terkenal dengan banyaknya warga yang berjualan ketupat.

 

Hamdiah

Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 76 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

DPRD Banjarmasin Sepakati APBD Perubahan 2026, Pembahasan APBD 2027 Mulai Berguli

15 September 2026 - 16:01 WITA

Lensa Foto Kegiatan DPRD Kota Banjarmasin Edisi Bulan September 2026

15 September 2026 - 15:57 WITA

Demokrat Kalsel Kirim Puluhan Utusan ke Puncak HUT ke-25 di GBK, Rully Rozano: Pesan AHY Jadi Energi Kader

10 September 2026 - 15:07 WITA

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Trending di Banjarmasin