terasbanua.my.id, Banjarmasin – Maraknya tindak kejahatan begal di Kota Banjarmasin beberapa minggu terakhir ini, membuat Polresta Banjarmasin membentuk tim khusus untuk penyelusuran terhadap waktu, tempat rawan terjadinya pembegalan dan lainnya.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo mengaku dari hasil penyelusuran oleh tim khusus itu sudah menemukan benang merahnya.
“Kemarin sudah banyak yang tertangkap yang melakukan pembacokan. Kita proses semua dan kita runtut ada tidak kelompok-kelompok lain,” ucap Kapolres usai mendampingi Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sidak pasar tradisional dan distributor, Selasa (15/11/2022).
Tak dipungkirinya, hasil penelusuran itu para pelaku begal kebanyakan di bawah umur dan kelompok anak-anak kecil yang memang seharusnya perlu dilakukan perhatian secara serius dan perlu penanganan khususnya.
“Ya kenakalan remaja, terkadang ada kelompok janjian hingga salah sasaran pembacokan,” katanya.
Di samping itu, menurutnya penyebab tindak kriminal yang dilakukan pelaku di bawah umur karena pengaruh minuman beralkohol (Minol), atau pecandu lem pox yang membuat bersangkutan tak sadar.
Tentunya untuk menindaklanjuti pelaku di bawah umur ini harus menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) mereka dan jelas akan didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin.
“Tapi tetap kita proses,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kasus penjambretan yang juga tengah disoroti saat ini dan diakuinya sudah ada tim khusus yakni Macan Kalsel untuk menangani kasus tersebut.
“Tim itu bekerja terus. Termasuk itu kehilangan tutup drainase yang masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menghimbau masyarakat Kota Banjarmasin untuk tidak segan melaporkan ke pihak kepolisian apabila menjadi korban.
“Kalau perlu saat melintas jalan sepi bisa minta dampingi dan kami siap 24 jam karena kami siap melayani masyarakat,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






