Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 12 Mei 2022 17:15 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Inisiatif AT2030 Surakarta dan Banjarmasin Luncurkan Pendekatan Partisipatif untuk Membangun Kota Inklusif-Disabilitas


 Inisiatif AT2030 Surakarta dan Banjarmasin Luncurkan Pendekatan Partisipatif untuk Membangun Kota Inklusif-Disabilitas Perbesar

terasbanua.com, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memberikan sambutan dalam Peluncuran Program Dari Warga Untuk Kota: Pendekatan Partisipatif Untuk Membangun Kota Inklusif-Disabilitas, melalui video conference, di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Dharma Praja Kilometer 4,9 Kota Banjarmasin, Kamis (12/05).

 

Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah memaparkan dan meluncurkan temuan dari kedua inisiatif: studi partisipatoris bersama para penyandang disabilitas mengenai infrastruktur inklusif di Kota Solo dan co-design ruang publik yang inklusif bersama warga di Kota Banjarmasin sebagai penutup dari inisiatif AT2030 di Surakarta dan Banjarmasin. AT2030 adalah sebuah penelitian tentang solusi berbasis kewargaan terkait aksesibilitas alat bantu yang dilakukan oleh Yayasan Kota Kita, Kaki Kota, UCL, SLURC dan Global Disability Innovation (GDI).

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming serta perwakilan dari Foreign and Development Office pemerintah Inggris, Anne MacKinnon. Paparan temuan disampaikan oleh perwakilan dari Global Disability Innovation Hub, Mikaela Patrick dan perwakilan dari University College London, Julian Walker, ditanggapi oleh Eka Prastama Widiyanta dari Komisi Nasional Disabilitas, Sunarman Sukamto dari Kantor Staf Presiden, Yulianto dari Tim Advokasi Difabel Kota Surakarta, Masni dari HWDI Banjarmasin, Sumilir Wijayanti dari BAPPEDA Kota Surakarta, dan Agus Sultoni yang merupakan Lurah Pelambuan, Banjarmasin.

 

Dalam sambutannya Ibnu Sina menyampaikan bahwa untuk mewujudkan kota inklusif harus memperhatikan 3 aspek, yang pertama kebijakan harus inklusif, berpihak kepada kelompok rentan, marjinal dan penyandang disabilitas, kedua, pelayanan publik yang inklusif dan ramah, serta yang ketiga adalah bagaimana masyarakat dapat dilibatkan dan mampu menerima berbagai bentuk keberagaman maupun perbedaan.

 

Terakhir, ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sebuah referensi dan kebijakan bagi kota ramah inklusif-disabilitas.

 

“Saya berharap melalui program AT2030 yang dikelola oleh Global Disability Hub ini berkolaborasi dengan Yayasan Kota Kita dan Yayasan Kaki Kota Banjarmasin, dua kegiatan ini yang sejak 2019 sudah berlangsung dan pada tahun 2021 dilaksanakan di Kota Surakarta menjadi sebuah referensi dan kebijakan inklusif-disabilitas yang baik bagi kota yang ramah disabilitas”, pungkasnya.

 

(humas-setda)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin