terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin terus gencar melakukan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada seluruh sekolah, baik SD maupun SMP.
Dalam sosialisasi IKM itu, pihaknya juga memperdayakan 25 Gugus Percepatan Penerapan IKM yang terbagi dari lima Kecamatan di Kota Banjarmasin.
Dimana selama beberapa hari belakangan, sudah ada tiga gugus yang melaksanakan yakni Gugus Banjarmasin Utara, gugus Banjarmasin Tengah dan Gugus Banjarmasin Selatan.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi ingin dengan gencarnya sosialisasi ini, penerapan IKM pun bisa mulai dilaksanakan serentak pada tahun ajaran 2023/2024 mendatang.
“Karena ini sudah kewajiban untuk diterapkan ya harapannya semuanya serentak melaksanakan IKM,” ucap Nuryadi usai menghadiri Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Gugus Kelayan Selatan Basirih, Selasa (8/11/2022).
Nuryadi mengaku untuk sekarang ini baru 42 sekolah baik SD maupun SMP termasuk sekolah penggerak yang sudah mulai melaksanakan IKM.
Menurutnya masih banyak sekolah yang masih belum menerapkan IKM. Terutama SD yang jumlahnya hampir 229 sekolah yang ada di Kota Banjarmasin yang membuat pihaknya perlu menggalakkan sosialisasi IKM itu.
“Kita melihat secara evaluasi lagi, sehingga kapan kesiapan sekolah yang melaksanakan IKM. Baru kami memutuskan berapa sekolah. Tapi sebaiknya semua yang menerapkan IKM,” terangnya.
Untuk pembelajaran IKM sendiri nantinya berbasis digitalisasi yang mana di bawah bimbingan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) akan ada pembelajaran yang menggunakan aplikasi.
Di samping itu, IKM ini juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam modul pengajaran pada siswa agar tidak ada lagi guru yang Gagap Teknologi (Gaptek) di era digitalisasi saat ini.
Sementara itu, Ketua KKG Gugus Kelayan Selatan Basirih, Eka Rusmilawati mengatakan kesiapan pihaknya dalam menghadapi penerapan IKM ialah dengan mengumpulkan tenaga pendidik atau guru melalui sosialisasi IKM agar tahun ajaran 2023/2024 semua guru khususnya di wilayah Gugus Kelayan Selatan Basirih sudah siap untuk melaksanakan IKM.
“Di Gugus Kelayan Selatan Basirih, itu ada 10 sekolah,” ujarnya.
Tak dipungkirinya, untuk penerapan IKM sendiri tentunya mengalami kendala khususnya sarana prasarana. Apalagi sekolah di wilayah Gugus Kelayan Selatan Basirih yang termasuk sekolah pinggiran kota.
“Sekolah-sekolah yang belum lengkap untuk menunjang IKM yang memang berbasis digitalisasi. Terutama laptop kita alami kekurangan, ya menyiasatinya memanfaatkan sebaik-baiknya pengunaan smartphone dari masing-masing siswa,” akhirnya.
Hamdiah






