Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 31 Okt 2022 14:27 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pemko Banjarmasin Terus Evaluasi Program Percepatan Penanganan Stunting


 Pemko Banjarmasin Terus Evaluasi Program Percepatan Penanganan Stunting Perbesar

terasbanua.com, Banjarmasin – Penanganan percepatan penurunan terhadap kasus stunting terus menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor menuturkan berbagai program penanganan pada stunting terus dievaluasi.

“Program penanganan stunting yang telah dilakukan selama ini diantaranya Dapur Sehat (Dahsyat), Audit Stunting,” ucap Arifin Noor usai membuka acara monitoring percepatan penurunan stunting di seluruh Kelurahan Kota Banjarmasin yang bertempat di Aula  Bappeda Litbang, Senin (31/10/2022).

Arifin mengungkapkan berdasarkan dari data, ada 14 lokus di Kota Banjarmasin yang angka stunting masih cukup tinggi dan menjadi prioritas pencegahan dan penanganan stunting.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor mengatakan dari 14 lokus itu sudah ada Surat Keputusan (SK) Wali Kota untuk prioritas pencegahan dan penanganannya.

“Itu sudah beberapa tahapan yang kita lakukan, salah satunya monitoring dan evaluasi percepatan penurunan stunting di level kelurahan,” kata Helfian.

Helfian berharap masing-masing kelurahan berperan aktif untuk hal ini, sehingga proses percepatan penurunan stunting itu lebih kelihatan progresnya.

Memang selama ini lanjutnya, di setiap kelurahan telah dibantu Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk pendataan setiap kelurahan satu KPM yang ditempatkan.

“Mereka mendata terhadap anak balita dan ibu hamil, khususnya untuk seribu hari pertama kehidupan,” terangnya.

Para kader yang melakukan pendataan turut memberikan pelayanan lima cakupan diantaranya terkait layanan air bersih, jaman yang layak, pelayanan posyandu maupun PAUD.

“Data-data itu lah yang kemudian yang jadi angka emergency di Kota Banjarmasin,” tuturnya.

Menurutnya semakin terpenuhinya lima layanan itu. Maka angka emergency semakin baik yang mana angka standarnya kisaran 70 persen dan kalau melebihi 70 persen emergency penanganan stunting dianggap sudah baik.

“Ini sedang kita evaluasi sampai di persentase berapa, kemudian peran KPM bagaimana dan bagaimana mereka melakukan kolaborasi dengan pihak Kelurahan dan Puskesmas terkait proses dilakukan pendataan,” pungkasnya.

Diketahui, Pemko Banjarmasin telah menargetkan di tahun 2024 mendatang, penurunan stunting di Kota Banjarmasin bisa mencapai 14 persen.

Adapun 14 lokus yang menjadi prioritas pencegahan dan penanganan stunting yakni, Teluk Dalam, Gadang, Pekapuran Laut, Mantuil, Kelayan Barat, Pemurus Dalam, Murung Raya, dan Pekauman.

Kemudian, Tanjung Pagar, Antasan Kecil Timur, Kuin Cerucuk, Telaga Biru, Banua Anyar, dan terakhir Sungai Bilu.

Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin