terasbanua.com, Banjarmasin – Gaung perayaan HUT 500 tahun Kota Banjarmasin mulai menggema. Hal ini seiring dilaksanakannya rapat koordinasi dan peluncuran logo Hari Jadi (Harjad) yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (2/4/2026). Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR pun menekankan bahwa peringatan lima abad Kota Banjarmasin ini bukan sekadar kegiatan seremoni.
“Kami tidak ingin ini hanya seremoni. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan dampaknya selama satu tahun penuh,” tegas Yamin.
Dia menjelaskan, peluncuran logo dilakukan lebih awal oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin agar seluruh rangkaian kegiatan bisa langsung berjalan sejak April hingga puncaknya pada September 2026.
Dalam forum yang dihadiri Plt Sekdako Dolly Syahbana, jajaran SKPD, perbankan, komunitas, hingga pelaku usaha tersebut, Yamin menegaskan arah besar perayaan yaitu kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemajuan kota. Yamin menyebut, keputusan tidak menggelar lomba desain logo bukan tanpa alasan. “Kami mempertimbangkan waktu dan kehati-hatian. Logo ini hasil pembahasan bersama agar tidak menimbulkan polemik dan bisa langsung digunakan secara luas,” ujarnya.
Lebih jauh, pemerintah memproyeksikan perayaan ini sebagai peluang besar. Di satu sisi, identitas kuat kota sungai yang tercermin dari filosofi jukung, bekantan, hingga menara pandang—menjadi kekuatan utama branding daerah. Kemudian di sisi lain, masih adanya persoalan klasik seperti pengelolaan sampah dan lingkungan menjadi tantangan yang harus diselesaikan seiring perayaan berlangsung. “Kemajuan tidak boleh meninggalkan lingkungan. Justru di usia 500 tahun ini, kita perkuat komitmen menjaga sungai dan kebersihan kota,” kata Yamin. Dia menekankan, momentum ini harus menjadi titik balik perubahan perilaku masyarakat, bukan sekadar perayaan simbolik.
Sementara itu, Dolly Syahbana mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah tercatat 382 kegiatan yang akan digelar, belum termasuk program dari puskesmas, kelurahan, dan sektor swasta. “Kami menargetkan minimal 500 kegiatan agar bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Dia menambahkan, perayaan akan berlangsung dari April hingga Desember 2026, dengan puncak pada Hari Jadi Kota Banjarmasin. “Kami ingin seluruh masyarakat ikut terlibat, bukan hanya sebagai penonton. Ini milik bersama,” tambah Dolly. Dia juga mengajak warga memasang logo 500 tahun di rumah dan tempat usaha sebagai simbol kebersamaan.
Peluang besar juga terbuka bagi dunia usaha. Pemerintah mendorong keterlibatan melalui program tanggung jawab sosial, integrasi logo dalam branding bisnis, hingga dukungan event. Dengan partisipasi tersebut, perayaan tidak hanya memperkuat citra kota, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan UMKM.
Namun, di balik peluang itu, ada ancaman yang perlu diantisipasi, mulai dari rendahnya partisipasi masyarakat hingga potensi kegiatan yang tidak berdampak langsung. Untuk itu, pemerintah menyiapkan langkah konkret yaitu memperbanyak event berbasis masyarakat, mendorong rekor MURI, hingga percepatan penyelesaian proyek strategis yang bisa langsung diresmikan dan dirasakan warga.
Sumber : Medcent Banjarmasin






