terasbanua.my.id, Banjarmasin – Baru-baru tadi, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin melakukan monitoring ke Pasar Wadai Ramadhan, Siring 0 Kilometer.
Sekretaris Disbudporapar Kota Banjarmasin, Fitriah mengatakan monitoring yang dilakukan bertujuan untuk memastikan tidak ada pemindahan tangan atau sewa lapak kepada pihak lain.
Mengingat semua lapak atau stand yang ada di Pasar Wadai Ramadhan itu telah difasilitasi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) secara gratis.
“Dari hasil monitoring itu, Alhamdulillah aman tidak ada ditemukan perpindahan tangan. Jadi sesuai harapan kita semua peserta tertib dengan aturan yang telah kita berikan,” kata Fitriah.
Selain monitoring dari pihaknya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin juga turut melakukan pemeriksaan kepada puluhan makanan dan minuman yang dijual di Pasar Wadai Ramadhan.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Tabiun Huda menuturkan ada sejumlah sampel makanan dan minuman yang diambil untuk periksa untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual terbebas dari kandungan zat berbahaya.
“Ini agar makanan yang dijual di pasar wadai bisa diyakini aman untuk dikonsumsi,” kata Tabiun.
Selama pemeriksaan sendiri lebih fokus pada bakteri-bakteri yang terkandung hingga zat-zat pewarna yang terkandung dalam makanan yang ada.
Diungkapkannya, sebagian sampel yang diambil adalah dari makanan dan minuman yang dicurigai atau diduga mengandung zat-zat yang berbahaya.
Misalnya seperti makanan dan minuman yang memiliki warna yang mencolok dan lainnya.
Setelah sejumlah sampel ini diambil, akan dicek di laboratorium untuk melihat kandungan dan bahan asli yang ada didalamnya.
“Kira-kira nanti sekitar satu pekan setelah diambil sampel, baru hasilnya bisa kita ketahui,” akhirnya.
Hamdiah






