terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kondisi darurat sampah saat ini membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin hanya fokus dalam penanganannya dan mengenyampingkan penghargaan Adipura tahun ini.
Menurut Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina penanganan sampah saat ini lebih mendesak dan berbagai upaya dilakukan.
“Saya rasa tidak ada lagi memikirkan Adipura karena tidak hanya di Banjarmasin saja. Ada 306 daerah yang bernasib saja,” ungkap Ibnu, Rabu (19/2/2025).
Dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sendiri lanjut Ibnu, berencana akan menutup Tempat Pembuang Akhir (TPA) di seluruh Indonesia yang masih menerapkan sistem open dumping.
Adapun kondisi darurat sampah sekarang ini lanjutnya lagi, memaksa pihaknya melakukan efesiensi anggaran. Melakukan pergeseran kegiatan untuk diperuntukan penanganan sampah.
Tidak hanya itu, dalam penanganan sampah ini pihaknya juga akan mulai melakukan kajian agar bisa menggunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).
“Bagaimanapun ini adalah musibah. Semua tidak tahu KLH secara dadakan menutup TPA. Jadi perlu pergeseran anggaran dan BTT yang sekarang dikaji,” terangnya.
Di samping itu, ia tetap meminta masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari sumber guna mengurangi volume sampah yang dihasilkan.
Selain itu, pengelolaan sampah dan pemilihan terus dimaksimalkan di TPS3R yang ada dan Bank Sampah.
Menurutnya dalam upaya itu, pihaknya berhasil mengelola dan memilah sampah sebanyak 350 ton untuk dibuang ke TPA Banjarbakula.
Namun lanjutnya, masih ada sekitar 300 ton sampah yang terus menumpuk hingga sekarang ini.
“Mari kerja samanya semua pihak untuk melakukan pemilahan sampah. Musibah ini adalah hikmah agar kita semua bisa mengelola sampahnya sendiri. Kalau tidak setiap harinya sampah kita akan menumpuk,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






