Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 4 Feb 2025 23:30 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Penutupan TPA Basirih Berimbas Ratusan Pemulung dan Pengepul Kehilangan Mata Pencarian


 Penutupan TPA Basirih Berimbas Ratusan Pemulung dan Pengepul Kehilangan Mata Pencarian Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Penyegelan yang dilakukan Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) RI berimbas pada mata pencarian pengepul maupun pemulung di kawasan TPA Basirih.

Terlebih, ada ratusan pemulung yang mengadu nasib di TPA Basirih dengan mengais-ngais sampah yang bisa dijual.

Seperti salah seorang pemulung, Nurul Masitah yang mengaku sudah 20 tahun mencari nafkah di TPA Basirih dan selama ini sudah dapat menghidupi 3 anaknya.

“Lumayan sehari ini minimal Rp.100 ribu, tapi banyak juga yang diongkosi,” Nurul Masitah saat berbincang-bincang dengan terasbanua.my.id, Selasa (4/2/2025).

Kabar penutupan TPA Basirih ini sendiri menurutnya, bagaikan disambar petir di siang bolong karena terasa mendadak.

Penutupan TPA Basirih akan menyulitkannya mencari rejeki untuk menyambung hidup bersama keluarganya. Apalagi jika sampai ditutup permanen.

Terlebih, dirinya kebingungan mencari pekerjaan lain. Sementara kembali menjadi petani pun sulit karena lahan pertanian di sekitaran sini sudah tercemar.

“Bagaimana kami melanjutkan hidup dan bagaimana anak-anak kami sekolah,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Ketua Pengepul TPA Basirih, Firmansyah yang mengaku kepusingan semenjak ditutup. Mengingat tidak ada lagi aktivitas pengepul ataupun pemulung yang boleh dilakukan disana.

Saat ini, mereka hanya diberi waktu untuk membereskan pekerja tersisa sebelum ditutupnya TPA Basirih.

“Sabtu kemarin disegel dan kami diberi waktu 1×24 jam untuk membereskan. Namun kami meminta kelonggaran dan berkonsultasi dengan kementrian hingga diberi waktu 7 hari untuk membereskan,” ucap Firmansyah.

Terhitung sejak Sabtu kemarin, waktu tersisa tinggal 3 hari lagi dimana Jumat (7/2) mendatang sudah tidak diperbolehkan ada aktivitas apapun di TPA Basirih.

Penutupan ini sendiri lanjutnya, sangat berdampak kepada para pengepul terutama ratusan pemulung yang bergantung hidup di TPA Basirih.

“Bayangkan ketika 1 pemulung itu menghidupi tiga orang. Artinya ada ribuan yang bergantung di TPA Basirih,” ujarnya.

Maka dari itu, besar harapannya pihak KLHK bisa bijak dan mempertimbangkan keputusannya lagi untuk penutupan TPA Basirih.

“Mempertimbangkan asas kemanusiaan yang bergantung hidup di sini,” akhirnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Bersama PKK, GOW dan DWP Peringati Hari Kartini 2026

22 April 2026 - 19:10 WITA

TMMD ke-128 di Banjarmasin Resmi Dimulai, Fokus Percepatan Pembangunan dan Penguatan Sosial

22 April 2026 - 19:02 WITA

Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Terus Dipercantik, Wahana Rekreasi Air Digarap

20 April 2026 - 18:55 WITA

Lantik Dewan Pengawas Perumda Pasar, Ini Pesan Wali Kota Banjarmasin

20 April 2026 - 18:50 WITA

Pimpin Rakor Kepegawaian, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Sanksi Tegas Bila Ada Pelanggaran

17 April 2026 - 18:42 WITA

Rotasi ASN di Lingkup Pemko Banjarmasin, Wali Kota : Tinggalkan Pola Lama, Birokrasi Harus Melayani

16 April 2026 - 18:35 WITA

Trending di Banjarmasin