Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 3 Feb 2025 20:33 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

TPA Basirih Ditutup, Banjarmasin Menuju Tanggap Darurat Pengelolaan Sampah


 TPA Basirih Ditutup, Banjarmasin Menuju Tanggap Darurat Pengelolaan Sampah Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love memenuhi panggilan dari Komisi III DPRD Kota Banjarmasin terkait pemberhentian operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) baru-baru tadi.

Dalam pemanggilan itu, DLH Kota Banjarmasin diminta untuk menanggulangi sampah di Kota Seribu Sungai setelah ditutupnya TPA Basirih.

Menurut Alive, saat ini langkah pertama yang dilakukan ialah menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin.
“Di kondisi seperti ini, kami sudah meminta kepada Wali Kota Banjarmasin untuk dinyatakan tanggap darurat sampah,” ucap Alive kepada awak media usai menemui Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Senin (3/2/2025).

Pasalnya, sampah tak bisa lagi dibuang ke lokasi TPA, terkecuali sudah dibangunnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan lahan tersebut.

Adapun upaya pengelolaan sampah yang bisa dilakukan saat ini dengan memaksimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Kita ada 17 TPS 3R dan tenaga kerja yang ada di TPA kita bawa ke Tata Lingkungan untuk melakukan pemilahan-pemilahan sampah yang kita maksimalkan,” tuturnya.

Solusi lainnya dalam menanggulangi sampah itu, pihaknya tengah mengupayakan depo-depo atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) di sejumlah titik seperti TPS Veteran.

“Kami juga mengidentifikasi beberapa titik. Baik lahan yang dulu kami persiapkan untuk Ruang Terbuka Hijau itu akan kami manfaatkan depo-depo nanti. Mudah-mudahan semua kecamatan dapat,” jelasnya.

Namun, menurutnya solusi ini tentunya memakan waktu dan dilakukan bertahap. Mengingat lahan di Kota Banjarmasin rata-rata lahan basah hingga perlu pengurukan dan lainnya sebelum bisa dimanfaatkan.
“Mudah-mudahan satu bulan ke depan sudah bisa. Kalau sudah bisa, Insya Allah Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah itu kita bisa mengelola dan memilah sampah secara maksimal,” harapnya.

Namun menurutnya solusi paling tepat saat ini adalah pemilahan sampah dari sumbernya yang dilakukan langsung oleh masyarakat. Apalagi di tengah kondisi darurat sampah seperti saat ini.

Terlebih lagi, saat ini sampah yang harus dibuang ke TPA Basirih dialihkan dengan ke TPA Banjarbakula milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun jatah pembuangan sampah hanya sekitar 100 ton per harinya.

Terkait penutupan TPA Basirih diungkapkannya sudah mulai berlaku tanggal 1 Februari 2025 lalu dan aktivitas di TPA Basirih sudah diberhentikan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, M Ridho Akbar mengatakan hasil pembahasan ini akan disampaikan kepada pimpinan dewan. Terutama penanggulangan sampah sebelum dibuang TPA Banjarbakula.

Pasalnya kouta pembuangan sampah di TPA Banjarbakula hanya sekitar 100 ton. Sementara jumlah produksi sampah di Kota Seribu Sungai setiap harinya mencapai 600 ton yang dihasilkan.

“Mudah-mudahan pimpinan dewan bisa menyampaikan ke Kementrian Lingkungan Hidup bisa memberi kelonggaran untuk memberikan area lahan di TPA agar bisa dilakukan pemilihan sebelum dibawa ke TPA Banjarbakula,” tutur M Ridho Akbar.

Menurut M Ridho Akbar jika harus mencari lahan baru, tentu sangat tidak mudah karena memerlukan waktu yang cukup panjang.

“Ada lahan, tapi belum diuruk. Belum lagi konflik dengan masyarakat. Prosesnya panjang,” ujarnya.

Di samping itu, tentunya memaksimalkan 17 TPS 3R dan tenaga kerjanya agar pemilahan sampah lebih optimal.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 85 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin