Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 23 Nov 2024 21:08 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Ada Wacana Penghapusan Sistem Zonasi di Sekolah, Wali Kota Banjarmasin Sebut Bukan Solusi Tepat


 Ada Wacana Penghapusan Sistem Zonasi di Sekolah, Wali Kota Banjarmasin Sebut Bukan Solusi Tepat Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Wacana penghapusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi kian mencuat, seiring adanya instruksi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti baru-baru tadi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan kebijakan yang dikeluarkan tentunya kembali kepada keputusan pemerintah pusat.

Namun menurut Ibnu, adanya sistem zonasi itu berawal dari upaya pemerintah memberikan solusi dalam pemerataan pendidikan.

Ibnu menilai langkah penghapusan sistem zonasi di sekolah dirasa kurang tepat, jika tujuannya untuk pemerataan pendidikan.

“Siswa-siswa berprestasi pasti akan tertumpuk di sekolah satu sekolah jika zonasi dihapus dan itu akan menyebabkan kualitas pendidikan kita tidak merata,” jelas Ibnu.

Penerapan zonasi, tentunya untuk menyamaratakan persepsi bahwa semua kualitas pendidikan sama. Baik di tengah kota ataupun sekolah pinggiran itu tidak ada yang berbeda.

Namun tak dipungkiri, setiap kebijakan yang dikeluarkan pasti menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

“Coba cari solusinya. Jangan tiba-tiba balik lagi, harusnya penyempurnaan. Kalau baik dilanjutkan, kalau yang kurang ya ayo diperbaiki bersama-sama,” seru Ibnu.

Sementara itu, Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ahmad Baihaqi menuturkan kebijakan sistem zonasi sendiri tentunya ada positif dan negatifnya selama ini.

Namun tetap saja menurut Baihaqi yang perlu diperhatikan dampak yang dihasilkan dari kebijakan tersebut lebih ke arah mana.

“Jadi diperhatikan apakah kebijakan zonasi ini lebih banyak negatifnya atau positifnya,” tutur Baihaqi.

Senada dengan Wali Kota Banjarmasin, menurut Baihaqi kebijakan zonasi merupakan solusi tepat dalam pemerataan pendidikan.
Dimana jika dulunya sekolah pinggiran yang tidak dianggap unggulan. Namun karena ada zonasi itu, tentunya mampu bersaing dengan sekolah unggulan di tengah kota.

“Siswanya berbaur kalau zonasi ini dan ini nilai positifnya,” ujarnya.

Meski sudah menerapkan zonasi, masih banyak sekolah pinggiran yang mengalami kekurangan jumlah siswa dari Rombongan Belajar (Rombel) uang tersedia.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena jumlah anak-anak usia sekolah di zonasi itu memang sedikit atau adanya perpindahan penduduk.
“Itu yang menyebabkan sekolah kekurangan siswa,” pungkasnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin