terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di saat memberi sambutan dalam Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin masa jabatan 2024-2029, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyempatkan mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak.
Ibnu mengatakan mengheningkan cipta itu dilakukan guna mengenang gugurnya sejumlah Jenderal TNI beserta korban lainnya dalam memperingati Hari G.30.S/PKI pada setiap tanggal 30 September.
“Ini peristiwa 59 tahun lalu. Jangan sampai kita lupakan sebuah peristiwa bersejarah yang memiliki noda hitam di kehidupan kita berbangsa dan bernegara dengan pemberontakan PKI yang kedua kalinya,” ucap Ibnu seusai rapat yang digelar di Gedung Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin, Seni (30/9/2024).
Sejarah kelam dari bahayanya ideologi komunis itu lanjut Ibnu, jangan sampai diabaikan bahkan sampai terlupakan. Terutama bagi generasi muda bangsa Indonesia.
Perlu diingat generasi muda, pinta Ibnu bahwa sebelum adanya idelogi Pancasila yang mengakar dan jadi kebanggaan kita saat ini pernah tercoreng dengan adanya ideologi komunis pada masa silam.
“Mereka harus tahu bahwa proses sejarah kita lalui dengan kelam yaitu yang merongrong kewibawaan bahkan dasar negara kita pancasila. Makanya harus diingatkan,” terangnya.
Bahkan menurutnya, ia baru teringat saat memberikan sambutan dalam rapat tadi hingga mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan pahlawan revolusi yang gugur.
Sementara besoknya 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Tentunya deretan hari penting itu patut diingatkan terus dan waspada sebagai bangsa untuk tidak terpengaruh dengan masuknya ideologi transnasional dan ideologi yang merongrong dari dalam sendiri yang bisa meruntuhkan negara kesatuan republik Indonesia.
“Makanya saya mengajak semua bahkan saat apel di pemko tadi untuk menonton film G30S/PKI bersama-sama supaya ingat sejarah kelam ini,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Diskominfotik






