terasbanua.my.id, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menerima kesan luar biasa dari para tamu Kongres VI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) saat datang dan mengikuti semua rangkaiannya di Kota Banjarmasin.
Menurut Ibnu, saat berbincang-bincang dengan para tamu,mereka mengakui perhelatan Kongres VI JKPI di Kota Banjarmasin sangat luar biasa.
Mengingat tidak semua kota memiliki sungai seindah yang Kota Banjarmasin miliki, seperti Sungai Martapura dengan bangunan-bangunan bantaran sungai yang sudah tertata dengan baik.
“Dari Executive sendiri mengatakan bahwa ini sudah kelas dunia karena kita bisa menyajikan venue di sungai seperti event tanglong,” ucap usai Karnaval Budaya Nusatara, Sabtu (20/9/2024) malam kemarin.
Selain itu, para tamu juga takjub dengan adanya Pasar Terapung dan tentunya kondisi sungai yang sangat bersih.
Hingga menurut Ibnu, jadi pertanyaan para tamu yang penasaran akan berapa lama pembangunan yang dilakukan sampai Kota Banjarmasin sebagus ini.
“Termasuk dari tamu-tamu Australia dan bertanya berapa tahun dibangun ini. Saya jawab sudah 20 tahun, jadi hampir lima Wali Kota yang membangun. Maka dari itu, perlu berkelanjutan untuk pembangunan kota,” terang Ibnu.
Melihat dari reaksi luar biasa itu, tentu lanjut Ibnu, warga kota harus bangga karena banyak kota-kota lain yang ingin mencontoh waterfront Kota Seribu Sungai.
“Jadi jangan terlalu underestimate terhadap pembangunan kota. Kalau begitu terus artinya kita tidak bersyukur dengan hasil-hasil pembangunan. Boleh dikritik, cuman terkadang kita anggap biasa-biasanya tapi orang luar malah menganggap luar biasa,” tuturnya.
Melihat potensi wisata yang sudah bertaraf internasional itu, pihaknya coba meniru negara tetangga seperti Thailand yang juga mengandalkan destinasi wisata sungainya.
“Mungkin menawarkan paket-paket wisata seperti dinner di atas kapal dan kita coba hal baru ini untuk dikelola Staf Muda Wali Kota Banjarmasin,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






