terasbanua.my.id, Banjarmasin – Lembaga Pemantauan Pemilu di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencermati adanya indikasi kecurangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalsel 2024.
Berdasarkan penelusuran langsung 5 Lembaga Pemantauan Pemilu Kalsel terdiri dari Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan Aliansi Mahasiswa untuk Rakyat dan Demokrasi (Amarah), mereka menemukan adanya indikasi kampamye terselubung.
Menurut Koordinator Aliansi, Arifin indikasi kecurangan itu mengarah pada salah satu Bakal Calon (Balon) Gubernur Kalsel yang akan maju.
Diduga kecurangan balon Gubernur Kalsel itu melakukan kampanye terselubung dengan dalih kegiatan yang diselenggarakan.
Seperti fakta yang ditemukan dibalik kegiatan silahturahmi Kepala Desa (Kades) dan aparatur desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang terselip dugaan kampanye.
“Kita temukan dugaan kecurangan serupa itu di tiga kabupaten di Kalsel salah satunya Batola dan baru-baru saja terjadi di bulan-bulan ini,” ungkap Arifin, Kamis, (19/9/2024).
Seiring dengan itu pihaknya menduga balon Gubernur Kalsel tersebut diduga menyalahgunakan jabatannya saat ini untuk kepentingan dalam berpolitik.
Menurutnya jika dugaan kecurangan salah satu balon Gubernur Kalsel itu benar adanya, tentunya tindakan itu dinilai mencederai kontestasi Pilkada Kalsel 2024.
Untuk itu, pihaknya mendesak Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kalsel agar menindaklanjuti adanya dugaan kecurangan tersebut hingga pemberian saksi jika terbukti.
“Bawaslu agar menjalankan peran dan fungsi mereka untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil dan bersih dalam Pilkada 2024,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






