Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 18 Sep 2024 23:54 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Konsumsi Susu Kental Manis Penyebab Tinggi Stunting pada Balita, Aisyiyah Kalsel Sosialisasi Pencegahan


 Konsumsi Susu Kental Manis Penyebab Tinggi Stunting pada Balita, Aisyiyah Kalsel Sosialisasi Pencegahan Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Penggunaan susu kental manis untuk anak-anak masih marak di tengah masyarakat saat ini, tak terkecuali di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu tentunya tak luput dari perhatian Aisyiyah Kalimantan Selatan (Kalsel). Mengingat susu kental manis ikut berperan dalam menyumbang kasus stunting yang terjadi di Indonesia.

Dalam hal itu, Aisyiyah Kalsel bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) mengelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Penggunaan Takara Saji Kental Manis pada Balita di Ruang Aula FKIK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Rabu (18/9/2024) siang.

Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dra. Chairunnisa mengatakan sosialisasi ini diadakan karena masih banyak orang tua yang masih awam terhadap penggunaan susu kental manis yang tidak seharusnya dikonsumsi anak usia balita.

Sebab hasil data penelitian yang dilakukan pihaknya, hampir seluruh daerah di Indonesia. Balita yang mengkonsumsi kental manis memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena stunting.

“Balita yang diberikan konsumsi kental manis ini nafsu makannya berkurang. Karena kandungan gulanya yang tinggi,” katanya.

Hal itu berdampak karena kurangnya nafsu makan anak ini yang membuat asupan gizi, protein dan kandungan lain untuk mendorong pertumbuhan anak juga berkurang. Sehingga ini membuat resiko stunting pada anak meningkat.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendorong penggunaan susu kental manis sebagai pengganti ASI ekslusif ataupun susu formal yakni faktor ekonomi hingga faktor kurangnya edukasi di tengah masyarakat

“Mereka menganggap kental manis ini sebagai susu dan bisa menggantikan susu formula untuk Balita, serta karena harganya juga yang relatif murah,” terangnya.
Maka dari itu, orientasi kepada kader aisyiyah ini pun dilakukan dengan harapan para kader bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting ini. Khususnya dalam hal mengedukasi masyarakat pada konsumsi kental manis ini.

Ketua Harian YAICI, Arief Hidayat bahkan menerangkan dari temuannya, 3 dari 5 Balita yang terkena stunting itu positif mengkonsumsi kental manis. Ini dari hasil penelitian langsung yang melibatkan beberapa daerah di Indonesia.

“Oleh karena itu kami fokus pada sosialisasi terhadap konsumsi kental manis ini,” ujarnya.

Ini dilanjutkannya karena jika masih banyak orang tua yang tidak tau seberapa tinggi kandungan gula pada kental manis ini.

Sosialisasi pun sangat perlu untuk dilakukan, mengingat masih rendahnya literasi pada sebagian besar masyarakat di Indonesia.

“Ini untuk meluruskan persepsi yang sudah lama terbentuk, bahwa kental manis bisa digunakan sebagai pengganti susu formula,” ujarnya.

“Dan parahnya ada yang menganggap kental manis ini sasa dengan ASI,” akhirnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Bersama PKK, GOW dan DWP Peringati Hari Kartini 2026

22 April 2026 - 19:10 WITA

TMMD ke-128 di Banjarmasin Resmi Dimulai, Fokus Percepatan Pembangunan dan Penguatan Sosial

22 April 2026 - 19:02 WITA

Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Terus Dipercantik, Wahana Rekreasi Air Digarap

20 April 2026 - 18:55 WITA

Lantik Dewan Pengawas Perumda Pasar, Ini Pesan Wali Kota Banjarmasin

20 April 2026 - 18:50 WITA

Pimpin Rakor Kepegawaian, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Sanksi Tegas Bila Ada Pelanggaran

17 April 2026 - 18:42 WITA

Rotasi ASN di Lingkup Pemko Banjarmasin, Wali Kota : Tinggalkan Pola Lama, Birokrasi Harus Melayani

16 April 2026 - 18:35 WITA

Trending di Banjarmasin