terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin melakukan pertemuan bersama Paguyuban Pedagang di Aula Kantor Bidang Peningkatan Sarana Distribusi dan Pasar (PSDP) Disperdagin Kota Banjarmasin, Kamis (22/8/2024).
Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan pertemuan ini membahas mengenai rencana kegiatan Baiman Street Food Festival (B-Safe) pada tanggal 1 September hingga 30 September mendatang.
Sebelumnya, agenda yang masuk dalam salah satu rangkaian dari Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin ke 498 tahun itu, ditolak sebagian Paguyuban Pedagang Pasar Sudimampir.
“Mereka menyampaikan kekhawatiran jika terselenggaranya B-Safe itu akan mengganggu aktivitas mereka disana karena ada asumsi bakal menutup area tersebut,” kata Tezar sapaan akrabnya.
Padahal kegiatan B-Safe sendiri ditegaskan Tezar tidak menutup arus di area tersebut dan berlangsung dari sore pukul 16.00 wita hingga malam pukul 23.00 WITA.
Namun, memang tak dipungkiri kawasan itu akan dipenuhi food truck dan beberapa Industri Kecil Menengah (IKM) yang akan berjualan.
Kendati demikian, ia memastikan barang pedagang yang berjualan di B-Safe itu tidak akan permanen disana dan bisa dibongkar pasang.
Sedangkan lahan parkir sudah disiapkan dan diatur agar nantinya tidak menghambat lalu lintas di kawasan itu yang nanti menjadi titik keramaian.
Selain itu, jika dikeluhkan soal aktivitas bongkar pasang para pedagang. Tentunya sudah dipikirkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin hingga disiapkan space untuk itu, supaya tidak terganggu.
” Mengenai itu tinggal koordinasi saja nanti, kapan waktunya bongkar pasang. Jadi kami perhatikan,” ujarnya.
Tentunya, ia berharap event kuliner ini tidak akan menimbulkan benturan dari kedua pihak baik dari pedagang B-Safe maupun pedagang yang sudah menempati Pasar Sudimampir.
“Dari pertemuan ini kami jelaskan itu agar pedagang mau mengerti dan bersinergi dengan Pemko Banjarmasin untuk pelaksanaan nanti,” akhirnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Sudimampir, Sutopo Teja menuturkan bahwa sebagian besar pihaknya tetap menolak adanya pergelaran B-Safe di kawasan Pasar Sudimampir.
Bukan tanpa alasan, khawatirnya kegiatan B-Safe itu dinilai akan mengganggu aktivitas mereka berdagang terlebih saat aktivitas bongkar pasang yang tidak bisa diprediksi.
Belum lagi lanjutnya, kemacetan yang bisa saja ditimbulkan dari kegiatan B-Safe nanti tentunya akan berdampak pada dagangan mereka.
“Sudah kami sampaikan tadi, katanya akan berkonsultasi lagi dengan pimpinan. Tapi tetap kami tidak menginginkan dilaksanakan disini,” terangnya.
Menurutnya, pihaknya mendukung saja kegiatan dari Pemko Banjarmasin. Namun tidak harus digelar di kawasan Pasar Sudimampir.
“Masih banyak tempat yang bisa digunakan selain disini,” imbuhnya.
Meski ada beberapa solusi yang ditawarkan Disperdagin Kota Banjarmasin. Namun menurutnya tidak mudah untuk pelaksanaan di lapangan nanti.
Terlebih lanjutnya, kegiatan itu terkesan terburu-buru karena pemberitahuan baru saja disampaikan kurang lebih sepekan tadi.
“Secara tidak dilibatkan karena tiba-tiba, contohnya lampu tahu-tahu sudah dipasang. Padahal dulu sering kami usulkan tidak di pasang-pasang,” ujarnya.
Tentunya, ia berharap Pemko Banjarmasin bisa kembali mempertimbangkan pergelaran B-Safe di kawasan Pasar Sudimampir seiring dengan adanya keluhan mereka tersebut.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






