terasbanua.my.id, Banjarmasin – Guna pengoptimalisasi pendapatan pajak daerah, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melakukan berbagai stimulus.
Salah satunya program kanal pembayaran digital berhadiah yang resmi dilaunching hari ini (15/8/2024) oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di Pendopo Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan dengan adanya stimulus itu diharapkan dapat memancing dan menyadarkan masyarakat kota akan kewajiban bayar pajak.
Terlebih, sistem pembayaran pajak saat ini sudah ditunjang dengan digitalisasi hingga memudahkan masyarakat.
“Dengan aplikasi yang sudah ada, itu bisa lebih dimaksimalkan. Tentunya ini terkait akuntabilitas dan transparansi,” kata Ibnu.
Diusahakan lanjut Ibnu, pembayaran pajak dilakukan non tunai agar bisa menekan tingkat kebocoran data karena transaksi dilakukan secara online.
Di samping memang saat ini sebagian masyarakat sudah mulai terbiasa dengan kemudahan perkembangan digitalisasi itu sendiri.
“Terutama dalam transaksi pembayaran, hingga muncul ide kanal pembayaran digital berhadiah sehingga tidak ada yang merasa kesulitan bayar pajak,” tuturnya.
Seiring dengan adanya stimulus itu, diharapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dikejar lebih cepat. Terlebih potensi PAD yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa maksimal,” akhirnya.
Sementara itu, Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo menuturkan diluncurkannya program kanal pembayaran digital berhadiah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pembayaran pajak yang bisa dilakukan dengan uang elektronik atau non tunai.
“Sekarang pembayaran secara digital belum terlalu familiar. Jadi tujuan kita untuk mengedukasi mereka,” kata Edy.
Program ini lanjut Edy, memang sengaja menargetkan pada wajib pajak yang mempunyai kesibukan hingga sulit melakukan pembayaran langsung.
Adapun potensi PAD bersumber dari pajak untuk tahun ini sejak Januari hingga per tanggal 15 Agustus 2024 lalu sudah ada Rp. 200 miliar lebih dengan target sebesar Rp. 425 miliar.
“Rata-rata sekarang sebulannya bisa di angka 30 miliar. Kita ingin mengejar Agustus, September, Oktober di atas 30 miliar per bulan. Mudah-mudahan bisa lebih,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






