Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 13 Jul 2024 19:18 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Maraknya Kasus Mabuk Kecubung, Wali Kota Banjarmasin Sebut Berawal Rasa Penasaran


 Maraknya Kasus Mabuk Kecubung, Wali Kota Banjarmasin Sebut Berawal Rasa Penasaran Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Menanggapi banyaknya kasus mabuk kecubung akhir-akhir ini, menurut Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina tak lepas dari dampak negatif sesuatu yang viral media sosial.

Pasalnya, tak jarang membuat penasaran hingga ada yang ingin coba-coba dan pada akhirnya menjadi korban.

“Awalnya ada yang tidak tahu dan setelah melihat jadi pengen coba-coba. Apalagi saat ada masalah atau tidak punya duit lalu coba-coba hingga ada kejadian seperti ini,” ucap Ibnu, Jumat (12/7/2024), usai membuka kegiatan Book Fair di lapangan Kamboja.

Mengingat kasus mabuk kecubung kian marak terjadi, Ibnu telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin untuk mengerahkan seluruh Puskesmas bersiaga.

Tentunya untuk siap menangani korban-korban penyalahgunaan tanaman yang mengandung zat adiktif atau bahan candu itu.

“Untuk terus memantau di lapangan. Termasuk camat dan lurah ikut memantau,” kata Ibnu.

Selain itu, pihaknya akan mengevaluasi pelayanan rumah sakit dalam penanganan kasus penyalahgunaan kecubung ini.

Namun tak dipungkirinya, dirinya bingung kenapa pasien mabuk kecubung malah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.

“Itukan untuk sakit jiwa, jadi apakah mereka yang berhalusinasi itu dianggap orang gila atau ODGJ,” tuturnya.

Menurutnya akan lebih baik pasien-pasien mabuk kecubung ini mendapat perawatan dan pengobatan di rumah sakit umum.

“Untuk itu kita siagakan puskesmas,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu juga menghimbau kepada masyarakat terutama tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya ikut berpartisipasi dalam mengawasi penyalahgunaan kecubung.

Terlebih penyalahgunaan kecubung untuk mengantikan atau alternatif mereka yang kesulitan mendapat narkoba karena memiliki efek berhalusinasi.

Bahkan menurutnya, tak menutup kemungkinan tanaman kecubung ini nantinya masuk kategori narkotika sama halnya obat zenit dan tanaman ganja.

“Mungkin perlu ambil tindakan di lapangan dengan koordinasi semua pihak. Semoga Minggu ini saja kejadian. Jangan berkelanjutan,” tuntasnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 84 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin