terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin ikut menyoroti banyaknya laporan kasus mabuk kecubung baru-baru tadi.
Pasalnya, tumbuhan yang memiliki zat adiktif atau bahan candu itu cukup meresahkan warga kota. Mengingat ada dilaporkan dua korban meninggal dunia diduga karena mengonsumsi kecubung.
Mengenai hal itu, Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi meminta kepada seluruh sekolah untuk memperketat pengawasan di lingkungannya terutama kepada siswanya.
Dimana sebelumnya, pihaknya telah bekerja sama dengan instansi terkait Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan penyuluhan di setiap sekolah.
“Apalagi saat ini Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), jadi dihadirkan petugas BNN Kota Banjarmasin,” ucap Nuryadi, belum lama tadi.
Menurutnya banyaknya kejadian anak-anak terjerumus menggunakan barang haram itu dikarenakan ketidaktahuan mereka terhadap efek bahaya yang ditimbulkan.
Bahkan tak jarang mereka menganggap obat-obatan berbahaya tersebut seperti permen yang bisa dikonsumsi.
“Makanya kita himbau kepada pihak sekolah agar selalu memperketat pengawasan kepada anak didiknya di sekolah,” ujar Nuryadi.
Disamping itu, menurutnya peran aktif orang tua dalam mengawasi anaknya sangat penting. Mengingat waktu mereka yang juga banyak di rumah.
“Ini penyakit masyarakat yang harus kita hindari bersama, baik sekolah maupun orang tua. Artinya pengawasan bersama dengan memantau aktivitas anak terutama saat berada di luar rumah,” tukasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






