terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tutupnya destinasi wisata Kampung Ketupat di Sungai Baru secara tiba-tiba cukup menyita perhatian saat ini.
Terkait hal itu PT Juru Supervisi Indonesia, selaku pihak pengelola angkat bicara alasan tutupnya destinasi yang belum sempat setahun beroperasi.
Head Of Business Development, PT Juru Supervisi Indonesia, M Wahyu Ramadhan mengungkapkan ada kesalahan pengelola dari manajemen lama hingga Kampung Ketupat terbengkalai.
“Sehingga operasional tidak berjalan dengan semestinya,” ucap Wahyu saat dihubungi, Jumat (10/5/2024).
Karena kondisi pelik itu juga lanjut Wahyu, menyebabkan ada pegawai yang gajinya tidak dibayarkan.
Untuk itu, pihaknya telah mengambil tindakan dengan memutus kontrak dengan manajemen yang lama.
“Saat ini dalam proses negosiasi dengan manajemen baru,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menuturkan semenjak terbengkalai pihaknya telah menerima laporkan ada banyak barang yang hilang.
“Seperti AC, pompa air, intalasi listrik dan lainnya,” katanya.
Selain itu, kondisi bangunan juga banyak yang perlu disentuh ulang. Mengingat sejak terbengkalai tidak ada perawatan yang dilakukan.
“Jadi perlu dipoles lagi sebelum beroperasional kembali. Kemungkinan Juni nanti,” tuturnya.
Ia memastikan Kampung Ketupat akan kembali beroperasional lagi melalui manajemen baru dan tentunya membuat konsep baru yang lebih baik lagi untuk menarik para wisatawan.
“Agar semakin banyak kegiatan atau event di Kampung Ketupat sehingga bisnis kuliner dan UMKM di area itu kembali bergeliat dan meningkat,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






