terasbanua.my.id, Banjarmasin – Gencarnya edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tentu akan berdampak pada taraf kesehatan masyarakat di Kota Banjarmasin.
Menurut Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina hal sederhana seperti itu nantinya bisa menekan berbagai persoalan kesehatan salah satunya kasus stunting.
Tentunya sudah menjadi tugas dan peran dari Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) untuk melakukan hal tersebut.
“Tentunya hal itu dimulai dari kita dulu untuk selalu menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat,” ucap Ibnu di sela-sela peringatan HUT PPPKMI ke 36 tahun bertempat di Rumah Anno Siring Menara Pandang, Sabtu (9/3/2024).
Upaya promotif dan preventif seperti itu lanjut Ibnu, dirasa penting dilakukan sebagai upaya awal pencegahan.
Ibnu mengungkapkan selama ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sangat serius terhadap isu kesehatan terutama warga di bantaran sungai.
Dalam upaya penanganannya itu, pihaknya turut mengandeng seluruh unsur sebagai bentuk kolaborasi pentahelix.
“Seperti isu sanitasi misalnya. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah bersama Forum Kota Sehat turut melibatkan SKPD terkait untuk berpartisipasi dan berkomitmen. Salah satunya kelurahan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” jelas Ibnu.
Program kolaborasi kelurahan bebas BABS sendiri lanjutnya, menjadi upaya menghilangkan jamban-jamban apung di sungai dengan diganti jamban komunal.
“Itu sudah kita coba lakukan di Kampung Biru dan Hijau. Sangat efektif,” akhirnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda ingin peran PPPKMI dalam memberikan edukasi PHBS di tengah masyarakat bisa lebih edukatif dan kreatif lagi.
“Tentunya akan berdampak pada pola hidup yang kian meningkat di masyarakat sehingga masyarakat terlibat langsung dalam memajukan kesehatan di kota Banjarmasin,” katanya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






