terasbanua.my.id, Banjarmasin – Para paguyuban Pasar Wadai Ramadhan dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terlihat ramai berkumpul di Aula Kayu Baimbai, Jumat (8/3/2024).
Para paguyuban dan UMKM itu berkumpul untuk melakukan pencabutan letak stand yang akan ditempati berjualan di pasar wadai ramadhan nanti.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pergelaran pasar wadai ramadhan tahun ini terasa spesial digratiskan untuk para paguyuban dan UMKM yang berjualan.
“Ada 130 stand diperuntukan untuk paguyuban dan UMKM,” ucap Ibnu saat ditemui awak media di Lobby Balai Kota, Jumat (8/3/2024).
Pasar wadai ramadhan akan diramaikan berbagai masakan khas banjar dan kue khas banjar yang biasa dijual saat bulan puasa.
Ibnu berharap pasar wadai ramadhan bisa menjadi destinasi pilihan untuk ngabuburit dan berburu jajanan khas ramadhan.
Apalagi di pasar wadai ramadhan nanti juga disediakan fasilitas tempat duduk untuk pengunjung yang ingin berbuka puasa di kawasan tersebut.
“Ada panggung juga nanti, termasuk akses halte sungai baru yang difungsikan dan paman kelotok bisa melayani pengunjung yang ingin ngabuburit sekalian susur sungai,” ujarnya.
Di samping itu lanjutnya, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ingin berjualan di sekitar kawasan pasar wadai ramadhan nantinya ditata dan diakomodir.
“Jelas di area pasar wadai tidak ada PKL, mungkin ada area-area yang memungkinkan untuk mereka diakomodir. Sama-sama mencari rezeki di sini, mudah-mudahan bisa diatur dengan baik,” akhirnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Emil Salim menuturkan pencabutan nomor stand dilakukan untuk menghindari kecemburuan sosial.
“Kita tidak ingin nanti saat menentukan langsung dikira memprioritaskan. Pencabutan ini supaya lebih nyaman agar tidak saling tuduh,” kata Emil.
Selain itu, pencabutan nomor juga nantinya lebih memudahkan pihaknya untuk melakukan pendataan dan mengawasi.
Guna menghindari adanya perpindahan tangan atau jual stand yang sudah difasilitasi gratis oleh Pemko Banjarmasin tersebut.
“Mereka sudah terdata dan tercatat data mereka sehingga langsung ketahuan jika memang nanti disewakan,” tuturnya.
Ia berharap pasar wadai ramadhan tahun ini bisa menjadi pilot project di tahun berikutnya, sehingga bertambah peserta stand untuk lebih meramaikan dan mengangkat kearifan lokal dari pasar wadai ramadhan.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






