terasbanua.my.id, Banjarmasin – Jika dulunya beras lokal sempat menjadi penyumbang angka inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin, kini bergeser ke perhiasan, yang mana saat ini permintaannya cukup tinggi.
Menurut Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina hal itu terjadi karena memang ada siklus tren dari suatu kebutuhan di tengah masyarakat.
“Orang Banjar ini suka mencari perhiasan saat ini,” ucap Ibnu, Kamis (22/2/2024).
Tidak hanya terjadi pada perhiasan saja, mobil dan tiket pesawat juga mengalami kenaikan permintaan hingga menyebabkan inflasi.
Dalam hal itu, pihaknya meminta penjelasan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia mengenai tren permintaan masyarakat.
Apalagi saat menjelang bulan suci Ramadhan dan lebaran yang memang menyebabkan beberapa kebutuhan mengalami permintaan cukup tinggi.
Tentunya hal itu membuat berlakunya hukum pasar yang memicu kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan.
“Apa yang menyebabkan tinggi permintaan, itu yang kita coba kendalikan dan tentunya memastikan bahwa stok pasokan cukup. Di Bulog maupun didistributor dan pedagang besar,” tutur Ibnu.
Selain itu, diungkapkannya Pemko Banjarmasin sudah mengusahakan kerja sama dengan Kota Blitar untuk memenuhi pasokan komoditas telur ayam.
“Jadi pemerintah memfasilitasi dengan mempertemukan pengusaha disana dengan pengusaha kita,” ujarnya.
Kerja sama antar daerah mengenai kebutuhan bahan pokok sendiri lanjut, sudah pernah dilakukan pada Kabupaten Brebes untuk komoditas bawang merah. Kemudian Kabupaten Subang untuk komoditas beras.
“Berbagai upaya kita lakukan agar tidak bergejolak harga,” imbuhnya.
Angka inflasi di Kota Banjarmasin saat ini sudah cukup rendah yakni 2,31 persen. Bahkan Jauh di bawah angka inflasi nasional 2,86 persen.
Meski sudah rendah, pihaknya tetap mengupayakan angka inflasi tidak naik lagi. Walaupun menjelang bulan Ramadhan dan lebaran.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






