terasbanua.my.id, Banjarmasin – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Banjarmasin menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX di Rumah Kemasan Banjarmasin, Jumat (2/2/2024) siang.
Kegiatan tersebut dibuka dihadiri dan dibuka langsung Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan pergelaran musda itu sekaligus melaksanakan pemilihan ketua umum baru.
“Setelah musda dilanjutkan sidang pleno yang ada terbagi 4 dan di sidang terakhir itu lah pemilihan ketua umum baru,” ucap Tezar sapaan akrabnya kepada awak media.
Tezar berharap kepada ketua umum yang terpilih bisa meneruskan program-program yang telah berjalan selama ini. Salah satunya seperti Tadarus Al-quran bersama di bulan Ramadhan.
Terlepas dari program-program baru yang bakal dijalankan oleh pemimpin baru yang tentunya harus lebih kreatif lagi.
Selain itu, ia ingin ketua umum terpilih nanti juga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan para ustad maupun ustadzah di Kota Banjarmasin.
“Tentunya juga ketum yang terpilih harus bisa melakukan pendekatan dan menjalin komunikasi dengan pemerintah dan juga DPRD dalam hal yang perlu diperjuangan terutama kesejahteraan para ustad ustadzah,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan ucapan selamat dan dukungan akan suksesnya pergelaran musda IX BKPRMI Kota Banjarmasin.
Apalagi dalam kesempatan itu juga, berlangsung agenda pemilihan ketua umum yang akan menahkodai BKPRMI Kota Banjarmasin di periode mendatang.
“Kepada ketua umum yang terpilih semoga bisa mengayomi anggota karena organisasi ini cukup besar,” kata Ibnu.
Di sisi lain, Ibnu menuturkan sebagai wadah untuk melahirkan generasi emas qurani tentu harus ditunjang dengan kesejahteraan para ustad dan ustadzah yang mendidik.
Untuk itu, diharapkan upaya meningkatkan kesejahteraan para ustad dan ustadzah bisa disinergikan BKPRMI Kota Banjarmasin bersama Pemko Banjarmasin.
“Alhamdulillah selama ini kita sudah fokus memperhatikan kesejahteraan para ustad dan ustadzah setiap tahun yang terus kita upayakan peningkatan,” tutur Ibnu.
“Di tahun ini alokasi anggaran sekitar Rp. 10,9 miliar untuk ustad dan ustadzah serta sekitar Rp. 1,8 miliar untuk kaum mesjid,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






