terasbanua.my.id, Banjarmasin – Memprihatikan itu lah satu kata yang pas disebutkan pada rumah yang ditinggali keluarga penyandang disabilitas yang berada di Jalan Trisakti, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Dapat di lihat dari luar rumah itu nampak sudah reyot dan miring. Belum lagi kondisi di dalam rumah yang hampir semua bagian atap plafonnya lepas. Jika tersenggol sedikit saja plafon itu, mungkin bisa ambruk begitu saja.
Tak sampai disitu, di bagian dalam rumah yang ditinggali empat bersaudara penyandang disabilitas itu juga nampak terlihat ada dinding yang sudah lepas dan hanya ditutupi spanduk bekas agar sinar matahari ataupun hujan tak masuk ke rumah.
Akwan salah satu anggota keluarga disabilitas tersebut mengaku kondisi rumahnya memang sudah rusak terjadi sejak 10 tahun lalu. Namun memang kerusakan parah terjadi dua tahun terakhir.
“Karena tidak ada biaya perbaikan jadi kerusakan rumah dibiarkan hingga rusak parah seperti ini,” ucapnya kepada terasbanua.my.id, Rabu (22/3/2023).
Dengan kondisi rusak seperti itu lanjutnya, tak jarang saat hujan turun mereka terpaksa mengamankan diri di bagian rumah yang tidak bocor. Belum lagi, kekhawatiran rumah bisa ambruk begitu saja, jika diterpa angin kencang.
“Kami selalu waspada tinggal di sini. Apalagi dengan kondisi kami seperti ini yang agak kesulitan bergerak,” terangnya.
Mengingat keterbatasan yang dimiliki keluarganya tersebut membuat mereka tidak berdaya hingga untuk makan sehari-hari saja berharap mendapat bantuan dari warga setempat ataupun keluarga terdekat.
Dulunya, keluarganya sempat menjalankan bisnis penginapan bagi pekerja kapal. Mengingat letak rumahnya yang berdekatan dengan Pelabuhan Trisakti yang menjadi jadi tempat bersandarnya kapal.
“Dari situ keluarga kami mendapat penghasilan. Tapi setelah orang tua tidak ada, secara perlahan usaha penginapan sepi karena kondisi rumah juga mulai rusak,” jelasnya.
Maka dari itu, melalui perbaikan yang bakal dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin nanti terhadap rumahnya. Ia berharap usaha penginapan bisa dijalankan lagi.
“Karena cuman itu satu-satunya mata pencarian kami dan bisa kami jalankan dengan kondisi seperti ini. Tapi saya ucapkan terima,” harapnya.
Ketua RT 35, Jaliansyah mengatakan di dua tahun terakhir kondisi keluarga disabilitas itu kian memprihatikan setelah dua diantaranya mengalami lumpuh.
“Sekitar dua tahun ini mereka jadi sangat kesulitan,” katanya.
Bersyukurnya dari kondisi kesulitan yang dialami keluarga disabilitas itu tak membuat tetangga diam. Mereka peduli dengan menyalurkan bantuan.
“Biasanya bantuannya makanan itu paling utama,” ujarnya.

Tentunya, ia menyampaikan terima kasih ada perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk membantu salah satu warga di RT nya yang memang harus secepatnya ditangani.
“Setidaknya rumah mereka bisa dihuni dengan layak dan kondisi mereka yang keterbatasan,” akhirnya.
Sementara itu, Lurah Telaga Biru, Enni Agusti mengatakan saat ini pihaknya tengah mengusahakan agar keluarga disabilitas itu tercover bantuan dari Pemko Banjarmasin.
Mengingat kondisi mereka yang sudah tidak berdaya untuk bekerja sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
“Kami usahakan yang belum, misalnya PKH dan lain-lainnya. Tapi untuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sudah masuk dan Jakesda,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






